Samarinda, infosatu.co – Tidak semua makanan tradisional kalah oleh tren dessert modern. Di tengah ramainya cake kekinian, pastry, hingga dessert box yang terus bermunculan, kue khas Bugis justru tetap punya penggemarnya sendiri.
Barongko dan apam menjadi dua contoh kue tradisional yang sampai sekarang masih sering dicari. Rasanya sederhana, tampilannya juga tidak berlebihan, tetapi aroma santan dan rasa manisnya selalu dirindukan.
Banyak orang menyukai kedua kue ini karena terasa lebih rumahan. Cocok dimakan saat santai, teman minum kopi, hingga suguhan keluarga di sore hari.
Barongko, Manis Lembut dari Pisang dan Santan
Barongko dikenal sebagai salah satu kue khas Bugis yang cukup legendaris. Kue ini dibuat dari pisang matang yang dicampur santan, telur, dan gula, lalu dibungkus daun pisang sebelum dikukus.
Teksturnya lembut seperti puding dengan rasa manis alami dari pisang. Aroma daun pisang yang terkena uap panas juga menjadi ciri khas yang membuat barongko terasa semakin nikmat.
Cara membuatnya cukup sederhana. Pisang dihaluskan lalu dicampur semua bahan, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus sekitar 20 menit hingga matang.
Apam, Kue Jadul yang Harumnya Selalu Menggoda

Selain barongko, apam juga menjadi jajanan tradisional yang masih bertahan sampai sekarang. Kue ini terkenal dengan teksturnya yang empuk dan aroma khas hasil fermentasi adonan.
Apam biasanya dibuat dari tepung beras, santan, gula, dan ragi. Setelah adonan didiamkan hingga mengembang, adonan kemudian dikukus sampai permukaannya merekah cantik.
Rasanya manis ringan dengan aroma santan yang kuat. Banyak orang menikmati apam bersama teh atau kopi hangat.
Kue barongko dan apam ini juga sering disajikan dalam acara kumpul keluarga, pengajian, hingga perayaan adat karena mudah dibuat dalam jumlah banyak dan cocok disantap bersama.
