Samarinda, Infosatu.co – Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, otot, sistem kekebalan tubuh hingga fungsi saraf.
Meski dapat diproduksi tubuh melalui paparan sinar matahari, tidak sedikit orang yang mengalami kekurangan vitamin D tanpa menyadarinya.
Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibatnya, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami defisiensi vitamin D setelah menjalani pemeriksaan medis.
Berikut lima tanda tubuh kekurangan vitamin D yang perlu diwaspadai.
1. Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas
Rasa lelah yang terus-menerus, meski sudah cukup beristirahat, bisa menjadi salah satu tanda kadar vitamin D dalam tubuh rendah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dapat memengaruhi produksi energi dan menurunkan kualitas hidup.
2. Nyeri Tulang dan Otot
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium untuk menjaga kekuatan tulang. Jika kadarnya rendah, seseorang dapat merasakan nyeri pada tulang, punggung, maupun otot. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
3. Sering Sakit
Vitamin D memiliki peran penting dalam mendukung sistem imun. Kekurangan vitamin ini dapat membuat tubuh lebih rentan terkena infeksi, seperti flu, batuk, atau infeksi saluran pernapasan yang berulang.
4. Luka Sulit Sembuh
Proses penyembuhan luka membutuhkan respons imun dan peradangan yang seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat memperlambat proses regenerasi jaringan sehingga luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
5. Suasana Hati Mudah Berubah
Kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati, seperti mudah merasa sedih, murung, hingga meningkatnya risiko depresi pada sebagian orang. Meski bukan satu-satunya penyebab, kadar vitamin D yang cukup dinilai berperan dalam menjaga fungsi otak dan kesehatan mental.
Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D
Untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, masyarakat disarankan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi selama sekitar 10–15 menit beberapa kali dalam seminggu.
Selain itu, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak (salmon, sarden, dan tuna), kuning telur, hati sapi, serta susu atau sereal yang telah difortifikasi.
Apabila memiliki faktor risiko kekurangan vitamin D atau mengalami gejala yang berlangsung lama, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D secara pasti sehingga penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
