Samarinda, Infosatu.co – Usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju status Geopark Nasional mengalami perubahan konsep. Tema yang sebelumnya mengusung “Ketika Gondwana dan Sundaland Bertemu” kini diperbarui menjadi “Ketika Daratan dan Lautan Bertemu”.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan usulan setelah Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) Kementerian ESDM melakukan verifikasi lapangan pada 6–10 Juli 2026.
Melalui tema baru tersebut, storyline Geopark Sangkulirang-Mangkalihat diarahkan untuk menghubungkan kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang berada di kawasan Kutai Timur dan Berau.
Penyempurnaan storyline menjadi salah satu langkah Badan Pengelola Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dalam memperkuat karakter kawasan sebelum pengusulan sebagai Geopark Nasional.
Selain perubahan tema, pembaruan juga dilakukan terhadap sejumlah komponen geopark. Daftar situs diperbarui, keragaman hayati dan warisan budaya ditata kembali, serta sejumlah destinasi potensial turut dimasukkan.
Informasi mengenai warisan budaya takbenda dan berbagai data pendukung juga diperbarui, termasuk laman resmi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Dari sisi kawasan, delineasi geopark kini diperbarui menjadi sekitar 26.643,11 kilometer persegi dengan memasukkan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Kutai Timur. Jumlah geotrail juga bertambah dari sebelumnya 12 menjadi 13.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan penyempurnaan tersebut perlu terus dilakukan agar pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat tidak berhenti pada proses penetapan status, tetapi mampu memberikan nilai lebih bagi kawasan.
“Sinergi kita tidak berhenti, tetapi kita lanjutkan untuk pengembangan berkelanjutan. Ke depan kita perlu melakukan prioritas terkait dengan pengembangan. Bisa diarahkan kepada hal-hal yang dapat mengungkit nilai dari Sangkulirang-Mangkalihat,” ujar Sri saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Hasil Verifikasi Lapangan dan Tindak Lanjut Usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, komitmen lintas pihak menjadi kekuatan penting dalam proses menuju penetapan Geopark Nasional.
Ia pun meminta Badan Pengelola Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan kawasan.
Sementara itu, anggota TVGN Kementerian ESDM Aris Kusworo menilai luasnya kawasan Sangkulirang-Mangkalihat menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam proses pengusulan Geopark Nasional.
“Kawasan geopark yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri. Koordinasi lintas instansi dan pemangku kepentingan akan sangat kompleks,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak, terutama masyarakat di Kutai Timur dan Berau, memiliki kesepakatan bersama terhadap pengusulan Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Kesepakatan tersebut nantinya dituangkan dalam berita acara yang akan dilampirkan dalam pengajuan persetujuan Geopark Nasional.
Selain penyempurnaan substansi, dilakukan pula restrukturisasi organisasi dan penyusunan prioritas tindak lanjut yang mencakup tata kelola, kemitraan, situs, masyarakat, visibilitas, hingga jejaring Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
