infosatu.co
OLAHRAGA

KONI Kaltim Usul Efisiensi Nomor Tanding agar Lebih Banyak Cabor Terakomodasi

Teks: Rapat daring pembahasan jumlah cabang olahraga dan nomor tanding pada Porprov Paser 2026. (Dok: KONI Kaltim)

Samarinda, Infosatu.co – KONI Kalimantan Timur (Kaltim) mengusulkan rasionalisasi nomor pertandingan pada sejumlah cabang olahraga (cabor) agar lebih banyak cabor dapat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 tanpa menambah beban anggaran penyelenggaraan.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat virtual yang diikuti KONI Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, serta Panitia Besar (PB) Porprov VIII Paser, Kamis, 23 Juli 2026.

Pembahasan difokuskan pada jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan.

Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono menuturkan pihaknya menghormati keputusan PB Porprov yang menetapkan 50 cabang olahraga pada Porprov VIII Kaltim.

Namun menurutnya, evaluasi terhadap jumlah nomor pertandingan masih memungkinkan dilakukan agar tercipta efisiensi anggaran.

“Kami menghormati keputusan PB Porprov. Yang kami usulkan adalah melihat kembali nomor pertandingan yang mungkin terlalu banyak. Kalau ada efisiensi, anggarannya bisa dialihkan untuk mengakomodasi cabang olahraga lain yang belum masuk,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Tio itu, KONI juga berharap PB Porprov segera merilis daftar resmi cabang olahraga beserta nomor pertandingan yang akan diperlombakan.

Kepastian tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet di kabupaten dan kota dapat berjalan sesuai target.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan pemerintah provinsi menghormati keputusan PB Porprov VIII Paser yang menetapkan 50 cabang olahraga dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.

Meski demikian, ia membuka ruang diskusi apabila terdapat peluang efisiensi nomor pertandingan maupun skema pembiayaan lain yang memungkinkan lebih banyak cabang olahraga ikut dipertandingkan.

“Pada prinsipnya kita semua berharap seluruh cabang olahraga bisa dipertandingkan. Namun kita juga harus realistis karena kondisi anggaran saat ini memang menjadi tantangan bersama,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser sekaligus perwakilan PB Porprov VIII Abdi Permana menjelaskan penetapan jumlah cabang olahraga dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan anggaran daerah dan kualitas pelayanan kepada seluruh kontingen.

Ia menyebut sekitar 910 nomor pertandingan yang direncanakan saat ini masih mengacu pada usulan awal KONI, sedangkan perubahan hanya dilakukan pada beberapa cabang olahraga tertentu.

“Kami tidak punya ambisi menjadi juara umum. Yang menjadi tanggung jawab kami adalah memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama Porprov berlangsung,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy mengatakan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi kewenangan PB Porprov dalam menetapkan cabang olahraga yang dipertandingkan.

Namun, KONI akan menyampaikan usulan resmi dengan mempertimbangkan cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) serta peluang rasionalisasi nomor pertandingan agar lebih banyak cabor prioritas dapat diakomodasi tanpa menambah anggaran.

“Kalau ada nomor pertandingan yang bisa dirasionalisasi tanpa menambah anggaran, tentu itu bisa menjadi ruang untuk mengakomodasi cabang olahraga prioritas,” pungkasnya.

Related posts

Ketua Baru IBCA MMA Kaltim Siapkan Sertifikasi Wasit hingga Pembinaan Atlet Muda

Rizki

Target Juara Umum Porprov 2026, Samarinda Minta Kepastian Cabor dan Nomor Tanding

Rizki

Anggaran Hibah Belum Pasti, KONI Samarinda Prioritaskan Cabor Berpeluang Medali di Porprov VIII

Emmy Haryanti