infosatu.co
OLAHRAGA

Bukan Sekadar Soal Berat Badan, Ini Pentingnya Olahraga bagi Kesehatan Perempuan

Teks: ilustrasi melakukan aktivitas olahraga secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh, kesehatan jantung, kekuatan tulang dan otot, serta kesehatan mental. (AI)

Samarinda, Infosatu.co – Olahraga sering kali identik dengan upaya menurunkan berat badan atau membentuk tubuh. Padahal bagi perempuan, aktivitas fisik memiliki manfaat yang jauh lebih luas. Mulai dari menjaga kesehatan jantung, memperkuat tulang dan otot, membantu mengelola stres, hingga mendukung kesehatan mental.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mencegah dan mengelola berbagai penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi, serta sejumlah jenis kanker. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan mental dan kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi perempuan, manfaat tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan tubuh dapat berubah sepanjang kehidupan, mulai dari masa reproduktif hingga memasuki usia lanjut.

Menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung bukan hanya masalah kesehatan laki-laki. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menurunkan sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

Centers for Disease Control (CDC) mencatat aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke sekaligus mendukung kesehatan metabolik.

Karena itu, olahraga tidak harus selalu berupa latihan berat. Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam, atau aktivitas lain yang membuat tubuh lebih aktif dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Tulang dan otot perlu dijaga sejak sekarang

Kesehatan tulang menjadi perhatian penting bagi perempuan, terutama seiring bertambahnya usia. Latihan penguatan otot dapat membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung kekuatan tulang.

CDC menjelaskan aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis serta jatuh. Sementara itu, aktivitas penguatan otot memiliki manfaat khusus terhadap kekuatan dan kepadatan tulang.

Artinya, olahraga bukan hanya investasi untuk tubuh saat ini, tetapi juga membantu menjaga kemampuan tubuh tetap aktif ketika memasuki usia lanjut.

Membantu menjaga kesehatan mental

Kesibukan pekerjaan, keluarga, hubungan sosial, hingga berbagai tuntutan sehari-hari dapat membuat perempuan rentan mengalami stres.

Bergerak secara rutin bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan mental. WHO menyebut aktivitas fisik dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

CDC juga mencatat aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi perasaan cemas.

Karena itu, olahraga sebaiknya tidak dipandang sebagai hukuman setelah makan atau semata-mata cara mengejar bentuk tubuh tertentu. Aktivitas fisik juga merupakan salah satu bentuk perawatan diri.

Membantu mengontrol berat badan

Menjaga berat badan tetap sehat memang bukan satu-satunya alasan untuk berolahraga, tetapi tetap menjadi salah satu manfaat penting.

Aktivitas fisik membantu penggunaan energi dan, jika dilakukan secara konsisten bersama pola makan yang seimbang, dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat. CDC juga mencatat aktivitas fisik berperan dalam mencegah kenaikan berat badan dan mendukung pengelolaan berat badan.

Namun, angka di timbangan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Peningkatan stamina, tidur yang lebih baik, tubuh yang lebih kuat, dan suasana hati yang lebih stabil juga merupakan hasil positif dari kebiasaan aktif.

Tidak harus olahraga berat

Kabar baiknya, memulai kebiasaan aktif tidak harus langsung dengan olahraga intensitas tinggi.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat, maupun kombinasi keduanya. Latihan penguatan otot juga dianjurkan.

Bagi yang belum terbiasa berolahraga, memulai dari aktivitas sederhana dapat menjadi pilihan. Misalnya berjalan kaki lebih sering, menggunakan tangga, melakukan senam ringan, bersepeda, menari, atau melakukan latihan kekuatan secara bertahap.

WHO juga menegaskan bahwa sedikit aktivitas fisik tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Jadikan olahraga sebagai kebiasaan, bukan kewajiban

Kesibukan sering menjadi alasan perempuan menunda olahraga. Padahal, aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran atau membutuhkan waktu berjam-jam.

Yang lebih penting adalah menemukan aktivitas yang disukai dan realistis dilakukan secara konsisten. Jalan pagi, mengikuti kelas senam, berenang, bersepeda, yoga, latihan kekuatan di rumah, hingga sekadar lebih banyak bergerak sepanjang hari dapat menjadi pilihan.

Pada akhirnya, olahraga bagi perempuan bukan hanya tentang penampilan. Lebih dari itu, olahraga merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh tetap kuat, pikiran tetap sehat, dan kualitas hidup tetap baik dalam jangka panjang.

Related posts

Dua Atlet SKOI Kaltim Aji dan Naraya Raih Emas di Batam International Taekwondo Championship

Rizki

Shin Tae-yong Akui Persija Tak Tampil Maksimal meski Menang 1-0 atas Borneo FC

Rizki

Kalah Tipis dari Persija, Mauro Jeronimo: Kami Ciptakan Banyak Peluang Tapi Kurang Efektif

Rizki