Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya menjaga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Ia mengungkapkan Pemprov Kaltim menargetkan cakupan UHC tetap berada pada angka minimal 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen.
“Target itu didukung melalui sinergi pembiayaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk melalui Program Gratispol yang menjadi salah satu program prioritas daerah,” ungkapnya.
Di sisi lain, pihaknya juga terus memperkuat berbagai program kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Dalam penanganan stunting misalnya, Program Pesut yang dijalankan pada 2025 berhasil menjangkau 606 kader atau sekitar 99 persen dari target yang ditetapkan. Program itu menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kaltim,” jelasnya.
Sementara itu, pada penanganan tuberkulosis (TBC), tingkat keberhasilan pengobatan telah mencapai 83 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 90 persen sesuai target pelayanan kesehatan nasional.
Menurut Seno, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada ketersediaan tenaga medis yang memadai dan merata di seluruh daerah.
Oleh karena itu, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan pemerataan tenaga kesehatan agar masyarakat di wilayah pedalaman maupun perkotaan memiliki akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Tujuannya adalah mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kaltim,” tegasnya.
