Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat melalui peningkatan fasilitas, sistem pembelajaran, hingga rencana kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung masa depan siswa.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 di Samarinda merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program nasional sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Ini bagian dari komitmen Pemprov Kaltim. Insyaallah tahun depan anak-anak sudah menempati gedung baru yang lebih representatif,” ujarnya saat meninjau langsung kegiatan pembelajaran, Sabtu, 20 Juni 2026.
Pemprov Kaltim sendiri telah menyiapkan lahan seluas 8,7 hektare di Kelurahan Timbau, Kutai Kartanegara, sebagai lokasi pembangunan sekolah baru.
Meski saat ini masih menggunakan fasilitas sementara, Sri Wahyuni menilai proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik dan layak.
Ia menyoroti tantangan besar dalam mendidik siswa Sekolah Rakyat, yang sebagian di antaranya merupakan anak-anak yang telah lama putus sekolah bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Bayangkan anak yang lama tidak sekolah, lalu harus masuk sistem berasrama dengan aturan yang ketat. Ini tentu butuh proses adaptasi yang tidak mudah,” jelasnya.
Namun, ia mengapresiasi keberhasilan tenaga pendidik dalam membangun lingkungan belajar yang nyaman, sehingga siswa mampu beradaptasi dan kembali menikmati proses pendidikan.
Menurutnya, kenyamanan menjadi kunci utama dalam perkembangan siswa, yang terlihat dari kemampuan mereka berekspresi melalui berbagai kegiatan, termasuk paduan suara dan aktivitas literasi di perpustakaan.
“Ketika anak merasa nyaman, mereka bisa berkembang. Bahkan di sini mereka sampai berebut ke perpustakaan karena tidak diperkenankan menggunakan gadget,” ungkapnya.
Ke depan, Pemprov Kaltim juga berencana memperkuat pembinaan siswa, khususnya di jenjang SMA, melalui kolaborasi dengan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai profesi.
Program ini akan menghadirkan narasumber dari kalangan aparat, pemerintahan, hingga alumni sekolah kedinasan untuk memberikan motivasi dan gambaran masa depan kepada siswa.
“Kita ingin hadirkan figur-figur seperti lulusan Akpol, Akmil, IPDN, dan lainnya agar anak-anak punya gambaran jelas tentang cita-cita mereka,” katanya.
Selain itu, penataan sistem Sekolah Rakyat juga terus dilakukan. Sejumlah lokasi yang saat ini masih terpisah direncanakan akan dipusatkan agar pembinaan lebih optimal.
Untuk wilayah Samarinda, Sekolah Rakyat yang saat ini berada di beberapa titik akan disatukan di kawasan Palaran, sementara unit di Tenggarong akan difokuskan untuk siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 58.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa proses bertahap ini merupakan bagian dari pembangunan sistem pendidikan yang berkelanjutan.
“Ini semua masih proses. Yang penting kita sudah mulai, dan ke depan akan kita sempurnakan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti munculnya potensi dan prestasi siswa, termasuk salah satu siswa yang telah berhasil menulis buku.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Sekolah Rakyat memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
“Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Tinggal kita arahkan dan beri kesempatan,” tutupnya.
