infosatu.co
PENDIDIKAN

Kaltim Masuk Lima Provinsi Paling Toleran, FKUB Perkuat Pendidikan Kerukunan di Sekolah

Teks: Ketua FKUB Kota Samarinda, Syaparuddin. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Masuknya Kalimantan Timur (Kaltim) dalam jajaran lima provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia menjadi modal penting untuk terus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda pun menyiapkan Program Sekolah Kerukunan sebagai upaya menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda sejak dini.

Berdasarkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang dirilis Kementerian Agama, Kalimantan Timur meraih skor toleransi 93,11 dan menempati peringkat kelima nasional. Posisi tersebut berada di bawah Sulawesi Utara, Papua Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Utara.

Ketua FKUB Kota Samarinda Syaparuddin menilai capaian tersebut mencerminkan kuatnya budaya saling menghormati di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

“Alhamdulillah, itu sudah sangat bagus. Selama ini toleransi kita memang cukup tinggi. Dalam setiap perayaan agama, masyarakat bisa saling berpartisipasi, seperti dalam hal pengamanan,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Syaparuddin, kondisi tersebut tidak terlepas dari komitmen berbagai pihak dalam menjaga hubungan antarumat beragama.

Pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat dinilai memiliki peran dalam membangun iklim yang kondusif melalui berbagai kegiatan lintas agama.

Ia menambahkan, semangat menjaga kerukunan juga tercermin dari keterlibatan kepala daerah dalam berbagai agenda keagamaan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang ada di Kota Samarinda.

Sebagai langkah lanjutan, FKUB akan memperluas penguatan nilai toleransi melalui Program Sekolah Kerukunan. Program tersebut dirancang menyasar peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi.

Melalui program itu, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang membiasakan peserta didik menghargai perbedaan keyakinan, membangun kerja sama, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Langkah utama tentu tokoh agama harus memberi keteladanan dalam berpikir toleran dan bersikap moderat. Selain itu, sesuai arahan Pak Wali Kota, kita ingin menggalakkan Sekolah Kerukunan,” jelasnya.

Syaparuddin berharap penguatan pendidikan toleransi sejak usia sekolah dapat memperkokoh budaya saling menghormati di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut akan lebih mudah berkembang apabila ditanamkan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

“Jika dari lingkungan sekolah dan kampus sudah tercipta ekosistem toleransi, di mana perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, maka resonansinya akan meluas ke kehidupan masyarakat secara nyata,” pungkasnya.

Related posts

PKKMB Unmul Disorot, Ribuan Mahasiswa Baru Dijemur di Bawah Terik Matahari

Emmy Haryanti

Anak Jalanan Berpeluang Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat Samarinda

Rizki

Anggaran Gratispol Pendidikan Rp981 Miliar Tetap Utuh, Program Marbot hingga Subsidi Guru Disesuaikan

Rizki