Bontang, infosatu.co – Meningkatnya jumlah depot air minum isi ulang di Kota Bontang mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap standar higiene sanitasi.
Salah satunya melalui Workshop Higiene Sanitasi Depot Air Minum guna memastikan air minum yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan dan aman dari risiko kontaminasi.
Kegiatan ini diikuti pelaku usaha depot air minum, petugas sanitarian, serta lintas sektor terkait sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan kualitas air minum di daerah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bontang Bambang Sri Mulyono mengatakan meningkatnya jumlah depot air minum harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan yang berlaku.
“Depot air minum harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan,” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Bambang, air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga proses pengelolaan, kebersihan sarana, kualitas peralatan filtrasi, hingga higienitas operator depot harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan air yang sampai ke masyarakat benar-benar aman dan bebas dari kontaminan,” katanya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pemeliharaan alat filtrasi, proses sterilisasi, personal higiene pekerja, hingga pemenuhan aspek legalitas seperti kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas layanan depot air minum sekaligus meminimalkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Forum tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan sekaligus memperoleh solusi terkait penerapan standar higiene sanitasi.
Bambang menegaskan, Dinkes Bontang tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga pembina bagi pelaku usaha depot air minum agar mampu memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Yang kami dorong bukan hanya kebersihan secara kasat mata, tetapi juga keamanan air dari sisi kesehatan,” tegasnya.
Dinkes Bontang juga akan meningkatkan pengawasan lapangan melalui inspeksi rutin dan pengambilan sampel air secara berkala pada depot air minum yang beroperasi di wilayah Kota Bontang.
“Pembinaan akan terus kami lakukan, tetapi pengawasan juga tetap berjalan. Tujuannya agar kualitas air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar terjamin,” tutup Bambang.
