Samarinda, Infosatu.co – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Ace Hasan Syadzily mengingatkan pentingnya pengelolaan generasi muda untuk menentukan arah Indonesia menuju 2045.
Ace menyebut Gen Alpha, Gen Z dan generasi milenial saat ini memiliki porsi besar dalam struktur demografi dunia maupun Indonesia. Ia menyampaikan, Gen Alpha di Indonesia sebanyak 19 persen, Gen Z 25 persen dan milenial 23 persen.
“Kalau kita tidak mampu mengelola Gen Alpha, Gen Z, milenial ini dengan baik, maka masa depan Indonesia akan suram,” ujarnya saat memberikan kuliah umum dalam Lemhannas Goes to Campus di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, kelompok generasi tersebut akan menjadi penentu masa depan Indonesia dalam dua dekade mendatang. Karena itu, kualitas mereka perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Ace menegaskan cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak otomatis tercapai hanya karena Indonesia memiliki bonus demografi. Pengelolaan dan pembentukan kualitas generasi muda menjadi faktor penting. Sebaliknya, generasi muda yang dipersiapkan dengan baik dapat menjadi kekuatan Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
“Kalau kita bisa mencetak generasi milenial, Gen Z dengan baik, maka 20 tahun yang akan datang Indonesia menjadi kekuatan yang sangat menentukan bagi dunia,” yakinnya.
Ia mendorong perguruan tinggi mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang mampu membaca perubahan. Sebab, mahasiswa saat ini merupakan calon pemimpin bangsa, pemimpin bisnis maupun pemimpin daerah.
Ia menuturkan, pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan yang berlangsung cepat. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber serta arus informasi.
“Kita harus menyadari bahwa saat ini kita menghadapi satu era di mana era yang kita hadapi berubah dengan sangat cepat. Saya ingin kita semua tidak boleh tertinggal di tengah perubahan tersebut,” tegasnya.
Ia pun berharap perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menjaga identitas nasional di tengah perubahan global.
Lemhannas Goes to Campus di Unmul mengangkat tema “Geo-Eko Ketahanan Nusantara: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Global dan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)”. Kegiatan turut dihadiri anggota DPR RI dapil Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian dan dirangkai dengan penandatanganan MoU antara Lemhannas RI dan Unmul.
