infosatu.co
EKONOMI

Pengembangan Dermaga Mahakam Ilir Diarahkan Dongkrak Nilai UMKM

Teks: Deretan ruang usaha di kawasan Dermaga Mahakam Ilir Samarinda yang disiapkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan dan penguatan aktivitas UMKM. (Foto: Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Kawasan Dermaga Mahakam Ilir Samarinda disiapkan tidak hanya sebagai simpul transportasi sungai, tetapi juga sebagai ruang pengembangan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Rencana tersebut mencuat dalam pembahasan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Bank Mandiri terkait pengembangan UMKM di kawasan Dermaga Mahakam Ilir. Dukungan perbankan diarahkan pada penguatan digitalisasi sekaligus pembenahan branding kawasan.

Area Head Bank Mandiri Samarinda Jimmy Siallagan mengatakan, pengembangan kawasan menjadi salah satu fokus dukungan yang ditawarkan pihaknya. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi kawasan dermaga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi bagian dari pengembangan UMKM sehingga pelaku usaha di kawasan dermaga memiliki peluang untuk meningkatkan jangkauan pasar dan nilai ekonominya.

Rencana pengembangan ini mendapat respons positif dari Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia menilai keterlibatan sektor perbankan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama melalui pemanfaatan solusi digital.

Namun, Andi Harun meminta rencana tersebut disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan dan tata kelola kawasan Dermaga Mahakam Ilir. Bank Mandiri diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda sebagai perangkat daerah yang mengelola kawasan tersebut.

Koordinasi itu dinilai penting agar dukungan yang diberikan tidak berhenti pada aspek teknologi dan tampilan kawasan, tetapi juga menghasilkan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.

Pemkot berharap pengembangan Dermaga Mahakam Ilir dapat memperkuat keterhubungan antara aktivitas transportasi sungai dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Dengan begitu, kawasan ini tidak hanya menjadi titik pergerakan penumpang, tetapi juga memiliki peran lebih besar dalam menggerakkan usaha masyarakat,” tuturnya.

Kolaborasi dengan sektor perbankan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kawasan ekonomi berbasis sungai agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Related posts

Bukan Penghasil Pangan, Kenapa Barang di Samarinda Selalu Ada?

R'sya Rahmadina

Pertamina Bantah BBM Naik Lagi 21 September, Harga di Kaltim Masih Segini

R'sya Rahmadina

Erau Adat Kutai Masuk KEN, Hetifah Soroti Peluang Ekonomi Kreatif

R'sya Rahmadina