infosatu.co
PEMERINTAH

1.150 Peserta Mask Carnival Siap Sulap Jalanan Samarinda Jadi Panggung Kreativitas

Teks: 1.150 peserta akan menyulap sejumlah ruas jalan di Samarinda menjadi panggung kreativitas dalam Mahakam Mask Carnival (foto IST)

Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 1.150 peserta siap menyulap jalanan Samarinda menjadi panggung kreativitas melalui Mahakam Mask Carnival yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur pada 27 September 2026 mendatang.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, bukan sekadar pawai menggunakan topeng dan kostum.

“Kami ingin memberi ruang kepada komunitas untuk berekspresi. Tidak hanya topeng tradisional, tetapi juga berbagai kreasi yang menarik dan menghibur masyarakat,” ujarnya saat rapat persiapan di Kantor Dispar Kaltim, Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, peserta diberi keleluasaan mengembangkan karakter, topeng maupun kostum sesuai gagasan masing-masing. Kreasi tersebut dapat mengambil inspirasi dari kekayaan budaya nusantara maupun dikembangkan dengan konsep modern.

Adapun 1.150 peserta Mahakam Mask Carnival tergabung dalam 20 kelompok dan 7 grup. Mereka akan menampilkan parade kostum, topeng, seni budaya serta pertunjukan kreatif.

Faisal menjelaskan konsep kegiatan sengaja tidak menitikberatkan pada panjangnya rute parade. Rute dibuat sekitar 1,1 kilometer agar peserta, khususnya yang mengenakan kostum berukuran besar, tetap dapat menampilkan karya secara maksimal.

“Rutenya sengaja dibuat pendek agar peserta tidak kelelahan, terutama mereka yang menggunakan kostum besar. Jadi fokusnya bukan pada jarak tempuh, tetapi pada kualitas pertunjukan,” jelasnya.

Parade dimulai dari Kantor PT Pelindo, kemudian menyusuri Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Gunung Kinibalu, dan Jalan Jenderal Sudirman sebelum berakhir di Kantor Gubernur Kaltim.

Setibanya di halaman Kantor Gubernur Kaltim, peserta akan melanjutkan penampilan di panggung atraksi. Setiap kelompok mendapat waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan karya mereka.

Selain parade topeng dan kostum, kegiatan juga akan diramaikan drum band pelajar, pertunjukan pencak silat dari berbagai perguruan, serta parade komunitas budaya dan kreatif.

Keterlibatan pelajar dan generasi muda menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dispar Kaltim ingin ruang yang diberikan kepada mereka tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi dapat berkembang menjadi karya seni yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif.

“Harapannya, kegiatan ini terus berkembang. Dari Kaltim, kita ingin menghadirkan ruang kreativitas yang nantinya bisa mempertemukan berbagai budaya dan karya masyarakat dari seluruh Indonesia,” harapnya.

Mahakam Mask Carnival menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pariwisata Sedunia 2026 yang mengusung tema “Digital Agendas and Artificial Intelligence for Redesigned Tourism”.

Selain karnaval, Dispar Kaltim juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota untuk menggelar kegiatan di daerah masing-masing, termasuk aksi membersihkan destinasi wisata di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Rangkaian tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata, baik melalui kreativitas, budaya maupun kepedulian terhadap lingkungan.

Related posts

KPK Supervisi APBD Kaltim, Sejumlah Perencanaan dan Belanja RAPBD 2027 Ditinjau Ulang

Rizki

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Antrean Biosolar Berbasis Digital

Emmy Haryanti

Antrean BBM Mengular, Frekuensi Isi Mobil di Samarinda Bakal Diatur

R'sya Rahmadina