Bontang, infosatu.co – Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang segera turun ke lapangan menyusul laporan warga terkait kondisi akses jalan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, yang disebut mulai goyang setelah sejumlah kayu penyangga hilang.
Permintaan itu disampaikan Andi Faiz usai menerima laporan masyarakat mengenai dugaan hilangnya kayu penyangga atau siku pada bagian bawah jembatan kayu ulin tersebut.
Menurutnya, persoalan itu harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
“Kalau memang benar ada bagian penyangga yang hilang, tentu ini menyangkut keselamatan masyarakat. Karena itu kami minta dinas terkait segera turun memastikan kondisi jembatan masih aman atau tidak untuk digunakan,” ujarnya kepada infosatu.co saat ditemui Sabtu, 9 Mei 2026.
Sebelumnya, keluhan warga ramai beredar melalui video di media sosial. Dalam rekaman itu, warga memperlihatkan bagian bawah jembatan yang sebagian penyangganya disebut sudah tidak ada lagi.
Warga menduga kayu penyangga tersebut hilang akibat dicuri sehingga menyebabkan struktur jalan kayu mulai bergoyang saat dilintasi kendaraan.
“Kita akan minta dilakukan pengecekan menyeluruh. Kalau memang ada kerusakan atau bagian yang hilang, tentu harus segera diperbaiki supaya tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Andi Faiz.
Ia juga meminta aparat penegak hukum ikut menyelidiki dugaan pencurian material jembatan apabila benar terjadi pengambilan kayu secara sengaja.
Menurutnya, fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah harus dijaga bersama dan tidak boleh dirusak ataupun diambil untuk kepentingan pribadi.
“Kalau memang ada unsur pencurian, tentu aparat penegak hukum harus mencari tahu siapa yang mengambil. Jangan sampai fasilitas umum dirusak karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pihak Kelurahan Tanjung Laut Indah bersama bhabinkamtibmas dan babinsa, ditemukan bekas baut di bagian bawah jembatan yang mengindikasikan sebelumnya memang terdapat kayu penyangga pada struktur tersebut.
Pihak kelurahan juga berencana membatasi akses kendaraan di jembatan guna mengurangi risiko kecelakaan sembari menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
