infosatu.co
INTERNASIONAL

Kerajinan Bambu Tembus Pasar Global, Buka Hubungan Dagang China-Vietnam di Yunnan

Teks: Kerajinan bambu buatan wilayah Daguan di Kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua)

Kunming, infosatu.co – Musim semi mewarnai Pegunungan Wumeng dengan nuansa hijau yang penuh vitalitas, dan hutan bambu Qiongzhu tampak membentang luas di wilayah Daguan, Kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, China barat daya.

Para petani bambu terlihat sibuk beraktivitas di antara kerimbunan rumpun bambu, memanen rebung atau mengasapi bambu di halaman.

Ratusan kilometer dari sana, di Pelabuhan Hekou di perbatasan China-Vietnam, satu batch kursi meditasi Qiongzhu yang dikemas rapi baru-baru ini melewati pemeriksaan bea cukai dan dikirim ke tangan para pelanggan di Hanoi. Bambu khas pegunungan itu menembus batas negara, dan menjadi jembatan ekonomi serta perdagangan hijau yang menghubungkan China, Vietnam, dan kawasan ASEAN.

Pada Februari 2026, batch pertama kursi meditasi Qiongzhu dari wilayah Daguan telah diekspor ke Vietnam via Pelabuhan Hekou. Dengan keterampilan pengerjaan yang berkualitas tinggi, produk itu dengan cepat memperoleh popularitas di pasar setempat.

Sejak pesanan pertama, produk-produk Qiongzhu asal Daguan, termasuk kursi meditasi dan tongkat hias, sangat diminati di Vietnam dengan pesanan yang terus berdatangan.

“Kami yakin produk bambu yang berkualitas tinggi dapat melintasi batas negara dan memungkinkan para sahabat di luar negeri merasakan pesona budaya bambu China,” ujar Ou Xianqin, chairman Yunnan Xizhi Bamboo Culture Technology Co., Ltd.

Dalam sebuah pertemuan pertukaran seni dan kerajinan ASEAN pada tahun lalu, sampel-sampel Qiongzhu dari perusahaan itu langsung menarik perhatian para pedagang Vietnam. Setelah beberapa putaran negosiasi, perusahaan itu berhasil menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan dagang di Hanoi.

Qiongzhu merupakan spesies bambu khas China. Memiliki iklim dan kondisi geografis yang unik, wilayah Daguan telah menjadi area produksi utama. Data statistik menunjukkan bahwa pada 2025, luas area budi daya Qiongzhu di wilayah tersebut mencapai 68.000 hektare, dengan rantai industri yang lengkap mencakup penanaman, pemrosesan, dan penjualan.

Total nilai output industri bambu tersebut melampaui 3,1 miliar yuan (1 yuan = Rp2.513) pada tahun yang sama.

Di Kawasan Industri Integrasi Pertanian dan Pariwisata Qiongzhu di Daguan, mesin-mesin menderu sementara para pekerja memotong dan mengukir bambu. Kursi meditasi Qiongzhu yang elegan, tongkat simbolik, dan ornamen mulai terbentuk setelah proses pemolesan.

“Produk-produk bambu kami menggunakan bahan baku Qiongzhu alami yang ramah lingkungan dan tahan lama. Penggabungan teknik ukir tradisional China telah menarik minat banyak pedagang dari luar negeri,” tutur Zhong Tengjun, Wakil Direktur Pusat Pengembangan Industri Bambu Wilayah Daguan.

Mengandalkan strategi “bambu alih-alih plastik,” kawasan itu terus meningkatkan rantai industrinya, sehingga mempercepat transformasi keunggulan ekologis menjadi keunggulan industri dan ekonomi.

Ekspor industri Qiongzhu telah secara langsung memberikan manfaat kepada para petani setempat. “Dulu, menanam bambu hanya memberikan tambahan penghasilan dasar. Kini, setelah produk tersebut dijual di luar negeri, kami memiliki saluran yang lebih luas untuk memasarkan bambu,” ujar seorang petani bambu bernama Xie Kaicheng.

Semakin banyak warga setempat yang turut serta dalam budi daya Qiongzhu, seiring meningkatnya pendapatan dari penanaman tersebut.

“Kami berencana mendirikan gerai distribusi di Hekou untuk lebih melancarkan saluran perdagangan dengan Vietnam dan memperluas jangkauan pasar,” urai Ou Xianqin.

Perusahaan itu akan mengoptimalkan desain produk dan menyempurnakan keterampilan pengerjaan sesuai dengan permintaan dari luar negeri, sehingga semakin banyak warga asing dapat mengenal produk-produk Qiongzhu asal Yunnan.

Sebagai industri terkemuka di Daguan, ekspor produk Qiongzhu dalam jumlah besar ke Vietnam telah mengubah industri itu dari berorientasi pada penjualan dalam negeri menjadi terintegrasi di dalam dan luar negeri yang menunjukkan daya saing industri ekologi khas Yunnan.

Zhong Tengjun menyatakan bahwa wilayah tersebut akan menjadikan ekspor itu sebagai peluang untuk memperdalam kerja sama dengan negara-negara ASEAN, mengoptimalkan desain produk, dan memperluas saluran penjualan, sehingga memungkinkan lebih banyak produk Qiongzhu Wumeng merambah pasar global dan budaya bambu China bersinar dalam pertukaran lintas perbatasan

Related posts

Pengiriman Buah di Jalur Kereta China-Laos Genjot Penjualan Durian Asia Tenggara

Dewi

PM Australia Serukan Pelanjutan Perundingan Damai AS-Iran

Dewi

Menlu Iran Sebut Ancaman Blokade AS Gagalkan Perundingan Islamabad

Dewi