infosatu.co
PEMERINTAH

Dapur MBG di Rutan Samarinda Ditargetkan Beroperasi Agustus, Libatkan Warga Binaan Terpilih

Teks: Tampak depan pembangunan gedung dapur SPPG di Rutan Kelas l Samarinda. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Samarinda terus menunjukkan perkembangan.

Fasilitas yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 setelah proses pembangunan rampung.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda Rachmad Tri Raharjo mengungkapkan, hingga pertengahan Juni progres pembangunan dapur telah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir atau finishing.

“Pembangunan sudah sekitar 70 persen. Kami optimistis akhir Juli selesai sehingga Agustus dapat mulai beroperasi,” kata Rachmad.

Ia menjelaskan pembangunan dapur SPPG merupakan program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang dilaksanakan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di berbagai daerah.

Di Kaltim pembangunan fasilitas serupa berlangsung di tiga lokasi, yakni Lapas Samarinda, Rutan Kelas I Samarinda, dan Lapas Narkotika Samarinda di kawasan Bayur.

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG tidak hanya mendukung program pemenuhan gizi yang dijalankan pemerintah pusat, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Dalam operasionalnya nanti, sejumlah warga binaan akan dilibatkan sebagai tenaga pendukung setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat. Mereka akan membantu berbagai pekerjaan teknis, seperti mencuci peralatan, memilah bahan makanan, hingga mendukung proses pengolahan makanan di dapur.

“Melalui keterlibatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Rachmad menegaskan warga binaan tidak akan ditempatkan pada posisi-posisi strategis. Jabatan seperti kepala dapur, tenaga ahli gizi, maupun petugas distribusi makanan tetap diisi oleh tenaga profesional yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama yayasan pengelola.

Rutan Samarinda memperkirakan sekitar 20 warga binaan akan terlibat dalam kegiatan operasional dapur tersebut. Seluruh peserta akan dipilih berdasarkan hasil asesmen, rekomendasi Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), serta rekam jejak perilaku selama menjalani masa pidana.

“Tidak semua warga binaan dapat ikut. Yang diprioritaskan adalah mereka yang berkelakuan baik dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Selain memperoleh pengalaman kerja, warga binaan yang bertugas di dapur SPPG juga akan menerima premi sebagai bentuk penghargaan. Dana tersebut tidak diberikan secara langsung, melainkan disimpan dalam rekening tabungan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Rachmad berharap program tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan MBG, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan dan kesempatan kerja yang lebih baik setelah bebas.

“Harapannya, saat kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki pengalaman yang bisa menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” tutupnya.

Related posts

Parkir Kontainer di Kawasan Pergudangan Jadi Sorotan, Dishub Siapkan Langkah Penataan

Emmy Haryanti

Pemkot Bontang Masih Upayakan Pembukaan Jalur Laut ke Mamuju

Rizki

Dua Tahun “Bersih” dari Sorotan ILO, Indonesia Pamer Kematangan Hubungan Industrial di Jenewa

Ratu