infosatu.co
Samarinda

TPA Sambutan Disiapkan Bertransformasi, TWAP Optimistis Sanitari Landfill Beroperasi di 2026

Teks: Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin saat ditemui di Kantor TWAP Samarinda. (Emmi/infosatu.co).

Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) terus mendorong transformasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.

Langkah TWAP tersebut dilakukan dari sistem open dumping (pembuangan terbuka) menuju sanitari landfill.

Sanitari landfill adalah, metode pembuangan akhir sampah yang dirancang secara teknis untuk mengisolasi sampah dari lingkungan menggunakan lapisan kedap (tanah liat), sistem pengolahan air lindi, dan pengelolaan gas metana.

Ketua TWAP Samarinda Syaparuddin mengungkapkan, progres perubahan sistem tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik, meski masih terdapat sejumlah perbaikan yang harus dilakukan di lapangan.

“Presentasi dari konsultan terhadap perubahan sistem tata kelola sampah dari open dumping kepada sanitari landfill sudah berjalan sangat baik progresnya,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Menurutnya, jika seluruh pembenahan berjalan sesuai rencana, maka sistem sanitari landfill ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

“Insya Allah tahun ini sudah bisa operasional. Mudah-mudahan bulan lima (Mei) bisa dimulai, bulan enam (Juni) sudah berjalan efektif,” jelasnya.

Ia menerangkan, konsep sanitari landfill akan menutup sampah secara bertahap dengan tanah untuk mengurangi bau, dan dampak lingkungan. Selain itu, kawasan TPA juga direncanakan menjadi lebih tertata dan hijau.

“Harapan ke depan ditanam pohon-pohon rindang sehingga rapi, bahkan orang bisa berkunjung ke TPA kita,” katanya.

Namun demikian, Syaparuddin mengakui terdapat tantangan dalam penerapan sistem tersebut, terutama kondisi tanah yang labil, karena dominasi pasir yang mudah tergerus saat hujan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah, khususnya melalui pemilahan sejak dari rumah.

“Kalau kesadaran masyarakat kuat untuk memilah sampah, maka beban TPA akan berkurang dan usia TPA bisa lebih panjang,” tuturnya.

TWAP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi pemilahan sampah ke lebih dari 500 RT di Samarinda.

”Ini sebagai bagian dari upaya mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” tandasnya.

Related posts

SE Penghapusan Guru Honorer Jadi Sorotan, Pemkot Samarinda Masih Tunggu Kepastian Pusat

Emmy Haryanti

Jelang Iduladha, Satgas Pangan Waspadai Penyelundupan dan Gangguan Distribusi Bahan Pokok

Emmy Haryanti

Sidak Pasar Pemkot Samarinda Temukan Persoalan Timbangan Gas

Emmy Haryanti