infosatu.co
Samarinda

Mihun dan Bakwan, Duet Kuliner Legendaris yang Selalu Dicari

Teks: Mihun hangat yang disandingkan dengan bakwan renyah. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Di tengah menjamurnya kafe modern dan beragam makanan kekinian, semangkuk mihun hangat yang ditemani bakwan goreng masih menjadi pilihan favorit banyak warga Samarinda. Perpaduan dua hidangan sederhana ini tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan cerita dan kenangan yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Hampir di setiap sudut kota, mulai dari kawasan pasar tradisional hingga warung kopi sederhana, mihun dan bakwan selalu hadir berdampingan. Keduanya seperti tak bisa dipisahkan. Bagi sebagian warga, menikmati mihun tanpa bakwan terasa belum lengkap.

Keistimewaan pasangan kuliner ini justru terletak pada kesederhanaannya. Mihun disajikan hangat dengan kuah kaldu yang gurih atau diolah menjadi mihun goreng bercita rasa khas, sementara bakwan yang baru diangkat dari penggorengan menawarkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.

Lebih dari sekadar soal rasa, mihun dan bakwan juga menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang. Salah satunya Purwanti, warga Samarinda, yang mengaku menu tersebut selalu membawanya kembali pada kenangan masa kecil.

“Waktu SD setiap pagi pasti beli mihun dan bakwan buat sarapan. Jadi sekarang kadang kangen pengen makan,” ujarnya sambil menikmati sepiring mihun dan bakwan di kantornya, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut Purwanti, kebiasaan menyantap mihun bersama bakwan sudah begitu melekat di Samarinda. Hampir setiap warung yang menjual mihun juga menyediakan bakwan sebagai pelengkap.

“Kalau makan mihun rasanya memang harus ada bakwannya. Dari dulu sudah begitu. Bahkan kadang yang dicari bukan mihunnya saja, tapi perpaduan keduanya,” katanya.

Meski kini banyak bermunculan makanan modern dengan berbagai konsep, Purwanti mengaku tetap kembali pada kuliner yang telah dikenalnya sejak kecil.

“Walau sekarang banyak makanan baru, sesekali tetap balik lagi makan mihun sama bakwan. Rasanya nggak pernah bosan, mungkin karena sudah jadi makanan yang menemani saya dari kecil,” tuturnya.

Selain harga yang ramah di kantong menjadi alasan lain mengapa kuliner ini tetap bertahan. Dengan belasan ribu rupiah, masyarakat sudah dapat menikmati seporsi mihun lengkap dengan bakwan. Tak heran jika penikmatnya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga.

Related posts

Samarinda Butuh Hiburan Budaya Berkualitas

Ratu

175 Seniman Tampilkan Tari Bali di Teras Samarinda

Ratu

Bali Dibawa ke Samarinda: Panggung Teras Jadi Mini Nusantara dalam Semalam

Ratu