infosatu.co
DPRD Samarinda

DPRD Samarinda akan Tinjau Kinerja Bebaya Mart dan Kontribusinya bagi Daerah

Teks: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co — Komisi II DPRD Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) berencana melakukan pemanggilan terhadap manajemen Bebaya Mart yang berada di bawah naungan Perumda Varia Niaga.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja operasional Bebaya Mart selama satu tahun terakhir, khususnya dalam menilai kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana kontribusi Bebaya Mart terhadap daerah.

Baik dari sisi pendapatan maupun perannya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Samarinda.

“Apakah memberikan kontribusi yang signifikan atau sejauh manakah peran mereka dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di Samarinda,” ujar Iswandi, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Iswandi, keberadaan Bebaya Mart sebagai unit usaha di bawah Perumda Varia Niaga seharusnya mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pemerintah daerah dalam mendukung pengendalian harga kebutuhan pokok.

Lebih lanjut, Iswandi menegaskan bahwa evaluasi tersebut tidak hanya difokuskan pada Bebaya Mart.

Komisi II DPRD Kota Samarinda juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap mitra-mitra organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya yang berkaitan langsung dengan pengelolaan pendapatan dan aset daerah.

“Evaluasi ini kami lakukan secara menyeluruh terhadap mitra-mitra OPD lainnya, mulai dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hingga BPKAD, untuk memetakan potensi Pendapatan Asli Daerah yang belum tergarap maksimal,” jelasnya.

Iswandi menambahkan, target utama Komisi II DPRD Kota Samarinda adalah memastikan seluruh OPD dapat bekerja lebih optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menyebut, peningkatan kontribusi PAD menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Jika PAD kita bisa mencapai 50 persen dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka daerah kita akan menjadi semi-mandiri dan tidak akan terlalu terdampak jika terjadi pemotongan Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat,” tegas Iswandi.

Untuk mendukung target tersebut, Komisi II DPRD Kota Samarinda akan melakukan pembahasan mendalam terhadap capaian pajak daerah tahun sebelumnya bersama Bapenda.

“Oleh karena itu, data pencapaian target pajak tahun lalu akan kami bedah bersama Bapenda untuk menentukan langkah strategis ke depan,” pungkasnya.

Related posts

Markaca Soroti Ramainya Kafe di Mahkota, Minta Izin Usaha Dipastikan Sesuai Peruntukan

Firda

Kafe Pesona Samarinda Kembali Beroperasi Usai Miskomunikasi Perizinan

Firda

Insiden Tongkang Tabrak Jembatan Mahakam, Picu Penghentian Sementara Proyek Fender

Firda

You cannot copy content of this page