infosatu.co
KESEHATAN

Udara Sendawar Masuk Kategori Berbahaya, ISPU Tembus 363

Teks: Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur terpantau memburuk pada sore hari (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur mencatat kualitas udara di Sendawar, Kutai Barat, berada pada level Berbahaya dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 363 pada Kamis, 17 September 2026 pukul 15.00 Wita.

Teks: Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur terpantau memburuk pada sore hari (Infosatu.co/R’sya)

Kondisi tersebut menjadi yang terburuk dibanding wilayah lain yang masuk dalam pemantauan DLH Kaltim pada waktu yang sama.

Di sejumlah daerah, kualitas udara juga turun hingga kategori Tidak Sehat. Di Samarinda, ISPU di Taman Segiri tercatat 177. Kemudian Bontang melalui titik pemantauan Tanjung Laut mencapai 139.

Penurunan kualitas udara juga terpantau di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). ISPU di Wonotirto KPIKN IKN-Samboja mencapai 143, Muara Jawa Tengah 122, Plaza Bhinneka KIPP IKN-Sepaku 112, dan Sanipah KPIKN IKN-Samboja 108. Seluruhnya masuk kategori Tidak Sehat.

Sementara itu, beberapa wilayah masih berada pada kategori Sedang. Penajam Paser Utara mencatat ISPU 92, Plaza Seremoni KIPP IKN Sepaku 87, dan Balikpapan Baru 80.

Pengukuran menggunakan sampler manual atau portable juga menunjukkan kategori Sedang di Berau dan Kutai Kartanegara dengan nilai masing-masing 98, serta Paser 69.

Dalam keterangan resminya, DLH Kaltim menyebut kualitas udara kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya berpotensi memicu gangguan pernapasan, iritasi mata dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru atau jantung dinilai perlu lebih mewaspadai kondisi tersebut.

Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara terdampak parah diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan. Masyarakat juga diminta menutup ventilasi rumah dan menggunakan masker medis atau N95 apabila harus beraktivitas di area terbuka.

Related posts

Labkes Kaltim Punya Alat Deteksi HIV, tapi Belum Difungsikan untuk Skrining

Rizki

Dana Global Fund untuk HIV/AIDS Berpotensi Berakhir 2027, DPRD Kaltim Usul Sokongan dari APBD

Rizki

Tak Perlu ke Rumah Sakit, Skrining dan Obat HIV Gratis Tersedia di Puskesmas Kaltim

Rizki