infosatu.co
PEMERINTAH

Festival Literasi Kaltim Tembus 10.500 Pengunjung

Teks: Penutupan Festival Literasi Kaltim di Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) Lisa Hasliana menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap ruang berkegiatan yang lebih nyaman setelah Festival Literasi Kaltim mencatat sekitar 10.500 kunjungan selama pelaksanaannya.

Teks: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim), Lisa Hasliana (Infosatu.co/R’sya)

Menurut Lisa, kebutuhan masyarakat terhadap ruang literasi kini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku. Anak-anak dan anak muda juga membutuhkan ruang untuk bekerja, belajar, hingga berkegiatan bersama.

“Sekarang kan tidak hanya membaca buku saja anak-anak. Mereka semacam perlu co-working space, tempat bekerja. Terus sambil ngopi, baca sambil ngopi,” ujarnya usai Penutupan Festival Literasi Kaltim di Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis, 17 September 2026.

Ia mengatakan kebutuhan terhadap ruang yang lebih nyaman dan layak menjadi salah satu bahan evaluasi DPK Kaltim. Masyarakat saat ini menginginkan ruang yang dapat menunjang aktivitas mereka dengan suasana yang lebih nyaman.

“Masyarakat ini memang minta yang lebih cozy, yang lebih layak,” ungkapnya.

Festival Literasi Kaltim sendiri berlangsung sejak soft opening pada 29 Agustus hingga 17 September 2026. Selama pelaksanaannya, kegiatan diisi berbagai talk show, perlombaan, serta bazar buku yang menawarkan beragam koleksi, termasuk buku anak, buku lokal hingga buku dengan potongan harga.

Lisa menyebut antusiasme paling terlihat dari anak-anak, pelajar dan pegiat literasi. Kegiatan tersebut menunjukkan masyarakat memiliki ketertarikan terhadap aktivitas literasi ketika dikemas dalam kegiatan yang lebih beragam.

Selain ruang yang lebih nyaman, Lisa menyampaikan evaluasi ke depan juga berkaitan dengan kolaborasi bersama komunitas. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu menghadirkan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya acara-acara seperti ini, nanti kita berkolaborasi dengan komunitas untuk mengadakan acara yang sejenis,” jelasnya.

Lisa menambahkan, pengembangan kegiatan literasi tetap perlu dilakukan secara kreatif di tengah kondisi efisiensi anggaran. Namun, seluruh kegiatan yang dilakukan tetap harus menyesuaikan aturan yang berlaku.

“Di tengah efisiensi ini bagaimana kita lebih kreatif, asal sesuai aturan,” pungkasnya.

Related posts

Tekan Dampak Kabut Asap, Pemkot Samarinda Siapkan Penyemprotan Eco Enzyme

Emmy Haryanti

Keselamatan Jadi Pesan Utama Harhubnas 2026, KSOP Samarinda Targetkan Zero Insiden di Sungai Mahakam

Rizki

654 Hektare Sawah Samarinda Kekeringan, Petani Terancam Gagal Tanam

Emmy Haryanti