infosatu.co
PEMERINTAH

Sudah Tengah Tahun, PAD Kaltim Baru 34 Persen

Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni saat memberikan keterangan kepada awak media. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah mengevaluasi kebijakan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan kebijakan tersebut berpotensi ditingkatkan pada semester kedua 2026, setelah dilakukan evaluasi pada semester pertama.

“Kita melihat ada efisiensi ketika work from anywhere diterapkan, seperti pengurangan biaya operasional kantor, BBM, hingga konsumsi rapat,” ujarnya di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

Meski demikian, ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya sistem online yang diperbanyak,” katanya.

Saat ini, skema WFA diterapkan satu kali dalam sepekan. Namun, ke depan terdapat peluang untuk penyesuaian frekuensi.

“Nanti kita lihat semester dua, kita evaluasi dulu,” tambahnya.

Di sisi lain, Sri juga mengakui kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim saat ini mengalami perlambatan. Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD baru mencapai sekitar 34 persen.

“Harusnya di bulan Juni kita sudah di angka 50 persen, tapi sekarang masih 34 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada kemampuan pembayaran pajak.

Meski demikian, Pemprov Kaltim tetap berupaya agar pendapatan daerah dapat mengimbangi kebutuhan belanja.

“Kita upayakan tetap terpenuhi, meskipun mungkin tidak 100 persen,” pungkasnya.

Related posts

Sekda Kaltim Bantah Ada Pembobolan Dana APBD untuk LPTQ

Ratu

Penanganan Nordu Coffee Masih dalam Tahap Pembinaan

Emmy Haryanti

WTP Digugat Realita: DPRD “Bedah” APBD Kaltim, Pemprov Dikejar Berbenah

Ratu