infosatu.co
PEMERINTAH

BPSDM Kaltim Latih 121 ASN Perkuat Coaching dan Inovasi Daerah

Teks: Sebanyak 121 ASN di lingkungan Pemprov Kaltim mengikuti pelatihan Coaching for Leaders dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah yang digelar BPSDM Kaltim di Samarinda. (Dok: BPSDM Kaltim)

Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 121 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dibekali metode coaching dan pengelolaan inovasi daerah sebagai upaya memperkuat kepemimpinan serta mendorong budaya kerja yang lebih adaptif di lingkungan birokrasi.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 44 pejabat administrator dan widyaiswara melalui program Coaching for Leaders, serta 77 koordinator dan operator inovasi daerah dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Siti Farisyah Yana mengatakan pemimpin di lingkungan birokrasi diingatkan agar tidak hanya berperan sebagai pemberi instruksi, tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik, membangun kepercayaan dan membantu bawahan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Menurut Yana, pendekatan coaching berbeda dengan pola kepemimpinan yang mengandalkan nasihat atau instruksi.

Seorang coach justru dituntut menggunakan pertanyaan-pertanyaan strategis agar potensi yang dimiliki bawahan dapat berkembang.

“Tugas coach bukan menggurui. Ketika melakukan coaching hendaknya menjauhi kebiasaan memberikan nasihat secara langsung,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan Pemprov Kaltim.

Selain pelatihan coaching, peserta juga mendapat pembekalan mengenai indikator inovasi, penyusunan profil inovasi, pembangunan ekosistem inovasi, hingga pengembangan pelayanan publik.

Salah seorang peserta Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim Jauhar Efendi menilai pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran seorang coach dalam pengembangan kompetensi aparatur.

Menurutnya, materi yang disampaikan membantu peserta membedakan fungsi sebagai trainer, mentor, konsultan, maupun coach sesuai kebutuhan dalam proses pembelajaran dan pendampingan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi ketika menjadi coach di berbagai pelatihan, karena bisa membedakan kapan harus bertindak sebagai trainer, mentor, konsultan dan sebagai coach,” ujarnya.

Related posts

TPA Sambutan Tinggalkan Sistem Open Dumping Mulai 30 Juli, Beralih ke Sanitary Landfill

Rizki

Disdukcapil Samarinda Dekatkan Layanan Adminduk, KIA Bisa Diurus Sejak Bayi Baru Lahir

Rizki

Germas dan Berlian Jadi Andalan Pemprov Kaltim Lindungi Anak dari Kekerasan

Rizki