infosatu.co
KESEHATAN

Dokter Naik Perahu, Layanan Kesehatan Tembus Pelosok Mahakam

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin saat memberikan keterangan pers. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Salah satunya melalui kolaborasi pelayanan medis yang menjangkau daerah pelosok dengan menyusuri Sungai Mahakam menggunakan perahu.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyebut layanan tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah seperti Kecamatan Karangan serta Kota Bangun, dengan melibatkan tenaga medis dari pusat hingga daerah.

“Jadi mereka masuk menyusuri Sungai Mahakam, menggunakan perahu untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Sebelum ke sana, mereka koordinasi dengan kami agar titik pelayanannya tepat,” ujar Jaya Mualimin, Senin, 15 Juni 2026 di Gedung E DPRD Kaltim.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan cukup lengkap meski bersifat sementara. Tim medis yang diturunkan terdiri dari dokter umum hingga spesialis seperti bedah, penyakit dalam, dan anak.

“Pelayanan yang dilakukan mencakup pemeriksaan ibu hamil, vaksinasi, hingga penanganan kasus bedah ringan yang ditemukan di lapangan,” jelasnya.

Namun, layanan ini hanya berlangsung dalam waktu terbatas, yakni sekitar dua minggu di setiap wilayah yang disinggahi. Meski demikian, keberadaannya dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan setiap tahun,” tambahnya.

Di sisi lain, Jaya juga menyoroti tingginya angka penyakit tidak menular di Kalimantan Timur. Ia menyebut hipertensi masih menjadi kasus tertinggi, disusul diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.

“Hipertensi itu paling tinggi, hampir 200 ribu kasus yang sudah kita jangkau. Target kita minimal 90 persen penderita bisa terlayani,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan adanya tren peningkatan kasus pada usia muda, yang dipicu pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan instan tinggi gula, garam, dan lemak, serta minim aktivitas fisik.

“Sekarang penyakit-penyakit ini mulai menyasar usia muda karena pola makan dan kurang gerak,” katanya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan terus mendorong peningkatan skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Namun, partisipasi masyarakat dinilai masih rendah.

“Selama dua tahun pelaksanaan, baru sekitar 2 sampai 3 persen masyarakat yang datang ke puskesmas. Padahal seharusnya bisa mencapai 30 persen,” pungkasnya.

Related posts

Operasi Timbang Balita di Bontang Capai 100 Persen, Data Stunting Mulai Dipetakan

Rizki

Sering Dicap Tak Sehat, dr Tirta Jelaskan Fakta Ilmiah tentang Mi Instan

Rizki

Partisipasi Operasi Timbang Balita di Dua Kelurahan Bontang Utara Capai Hingga 100 Persen

Rizki