Samarinda, Infosatu.co – Persaingan memperebutkan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 semakin ketat. Sejumlah pecatur usia SMP dan SMA bahkan mampu menumbangkan pemain senior dalam seleksi catur tahap kedua di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dari 38 atlet putra dan putri yang mengikuti seleksi tahap kedua, sebanyak 18 pecatur dinyatakan bertahan dan berhak melanjutkan ke seleksi tahap ketiga.
Ketua Harian Pengprov Percasi Kalsel M Amin mengatakan ketatnya persaingan tidak terlepas dari kualitas peserta yang mengikuti seleksi. Para pecatur yang ambil bagian merupakan pemain-pemain terbaik di Kalsel.
“Persaingannya ketat, semuanya ingin menang dan semuanya ingin juga masuk sebagai atlet Pra-PON,” ujar Amin dikutip dari Youtube @dutatvofficial.
Ia menyebut munculnya pecatur dari kalangan pelajar menjadi salah satu hal menarik dalam seleksi tersebut. Kemampuan mereka dinilai mampu memberikan perlawanan, bahkan mengalahkan sejumlah pemain yang lebih berpengalaman.
Pada tahap ketiga, 18 pecatur tersebut akan kembali bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai wakil Kalsel pada Prapon. Seleksi ini sekaligus menjadi tahapan akhir dalam menentukan atlet yang akan dipercaya membawa nama daerah.
Amin menegaskan atlet yang terpilih nantinya tidak hanya harus memiliki kemampuan bermain catur, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas.
“Sportivitas bagi kami adalah segala-galanya. Jadi kita berharap dari seleksi ini akan ada yang mewakili Kalsel dan yang mewakili itu memang atlet catur terbaik,” tegasnya.
Sebelum menghadapi seleksi akhir, para pecatur akan menjalani latihan rutin dan sparing partner di daerah masing-masing. Mereka juga dipersiapkan mengikuti try out ke luar Kalsel untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari daerah lain.
Atlet yang nantinya lolos Prapon berpeluang melanjutkan perjuangan ke PON 2027 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebagai apresiasi, Pengprov Percasi Kalsel turut memberikan uang pembinaan kepada atlet putra dan putri yang menempati peringkat pertama hingga kelima pada masing-masing tahap seleksi kedua.
