infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Open Turnamen Perbanyak Wadah Pembinaan Atlet Samarinda

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun saat memberikan sambutan dalam pembukaan Wali Kota Cup Open III Pencak Silat di Gor Segiri. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong kompetisi olahraga di Kota Tepian tidak hanya bergantung pada kalender pertandingan reguler.

Ia menilai kejuaraan berformat open turnamen perlu diperbanyak untuk menjaga kesinambungan pembinaan dan mengasah kemampuan atlet.

Hal itu disampaikan Andi Harun saat membuka Wali Kota Cup Open III Pencak Silat yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda.

Menurutnya, kompetisi yang rutin menjadi ruang penting bagi atlet untuk mengukur hasil latihan sekaligus menjaga motivasi agar terus berkembang.

Sebab, kalender pertandingan seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), maupun kompetisi antarpelajar dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atlet sepanjang tahun.

“Event-event olahraga yang bersifat kalender tetap tidak lagi mampu dan cukup untuk mewadahi perkembangan kemajuan olahraga kita. Karena itu, penting event kejuaraan semakin sering dilakukan,” ungkap Andi Harun.

Ia menjelaskan, keberadaan open turnamen dapat menjadi pelengkap kompetisi resmi. Dengan begitu, atlet memiliki lebih banyak kesempatan untuk menguji kemampuan setelah menjalani latihan secara rutin.

Andi Harun juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan dapat menjadi bagian dari proses mencetak atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Samarinda dan Kaltim, bahkan berkontribusi bagi prestasi olahraga nasional.

“Kita ingin aspek pembinaan, pelatihan berkelanjutan, terutama pembinaan usia dini tetap kita pastikan bisa berlanjut untuk menghasilkan atlet-atlet profesional di kemudian hari,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Andi Harun meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda bersama Disporapar mulai membahas secara intensif penyelenggaraan kompetisi tambahan untuk agenda 2027.

Ia berharap setidaknya setiap cabang olahraga memiliki kesempatan menggelar open turnamen satu hingga dua kali dalam setahun di luar kalender pertandingan reguler.

Menariknya, Andi Harun menyebutkan pembiayaan kompetisi tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) maupun pihak ketiga dapat menjadi alternatif pendanaan.

“Kalau open turnamen kita bisa minta bantuan CSR atau pelibatan pihak ketiga. Jadi mudah-mudahan sebelum pembahasan final 2027, KONI bersama Dispora bisa mendiskusikan secara intensif ada kejuaraan di luar kalender event tetap,” terangnya.

Ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai penghentian belanja untuk sektor olahraga.

“Bagi saya belanja olahraga tetap diperlukan selama diarahkan untuk mendukung pembinaan dan menghasilkan manfaat nyata bagi atlet,” pungkasnya.

Related posts

Sodetan Pasundan Mulai Dikerjakan, Pemkot Samarinda Targetkan Banjir Puluhan Tahun Teratasi

Emmy Haryanti

Efisiensi Bukan Berarti Hentikan Belanja, tapi Pangkas Pemborosan

Emmy Haryanti

Andi Harun Setuju Pengalihan Guru ke Pusat, Beban APBD Daerah Berkurang

Emmy Haryanti