infosatu.co
PENDIDIKAN

Satu-satunya di Kalimantan, Prodi Otomotif Bukan Sekadar Teknik

Teks: Wakil III Rektor bidang Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahruddin saat ditemui wartawan MSI Group. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Di tengah banyaknya program studi otomotif yang berfokus pada keterampilan teknis semata, Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) IKIP PGRI Kalimantan Timur hadir dengan pendekatan berbeda. Kampus ini tidak hanya mencetak tenaga terampil di bidang mesin, tetapi juga menyiapkan calon pendidik yang siap mengajar di ruang kelas.

Keunikan ini menjadikan PVTO IKIP PGRI Kaltim memiliki posisi tersendiri di Kalimantan, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki dua jalur karier sekaligus: sebagai guru dan praktisi otomotif.

Wakil Rektor III Bidang Humas dan Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahruddin menegaskan bahwa program studi tersebut merupakan satu-satunya yang berbasis keguruan di bidang otomotif di wilayah Kalimantan.

“Di Kalimantan Timur, pendidikan otomotif yang berbasis keguruan hanya ada di IKIP PGRI Kaltim. Politeknik tidak ada, Universitas Mulawarman juga tidak ada. Jadi ini menjadi keunggulan tersendiri bagi kami,” ujarnya pada Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Rozak, perbedaan mendasar terletak pada bekal pendidikan yang diterima mahasiswa. Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga dibekali ilmu pedagogik yang menjadi syarat penting untuk mengajar, khususnya di sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Karena memiliki basis pendidikan, lulusan kami bisa menjadi guru otomotif. Ini yang menjadi salah satu keuntungan utama dibanding lulusan otomotif yang tidak memiliki latar belakang keguruan,” katanya.

Tak hanya itu, peluang lulusan juga terbuka lebar di luar dunia pendidikan. Dengan kemampuan teknis yang dimiliki, mereka dapat merintis usaha secara mandiri, seperti membuka bengkel atau jasa perawatan kendaraan.

Menurut Abdul Rozak, kombinasi kemampuan ini membuat lulusan memiliki fleksibilitas dalam menentukan masa depan.

“Mereka bisa menjadi guru karena memiliki dasar pendidikan, tetapi jika melihat peluang lain, mereka juga bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang otomotif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola ini juga diterapkan pada program studi lain di IKIP PGRI Kaltim, seperti Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang tidak hanya menghasilkan guru, tetapi juga pelatih dan wirausahawan di bidang olahraga.

Rozak juga menekankan bahwa lulusan tidak harus terpaku pada satu jalur karier saja. Banyak alumni IKIP PGRI Kaltim yang telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sektor pemerintahan dan politik.

“Mereka bisa melihat peluang dan berkembang sesuai kompetensi yang dimiliki,” tuturnya.

Dengan konsep pendidikan yang menggabungkan keahlian teknis dan dasar keguruan, IKIP PGRI Kaltim optimistis Program Studi PVTO akan terus diminati oleh calon mahasiswa yang ingin memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja.

Related posts

Nilai TKA Matematika Siswa Samarinda Jadi Sorotan, DPRD Minta Perhatian Soal Kekurangan Guru

Emmy Haryanti

Bukan Hanya Skripsi, IKIP PGRI Kaltim Dorong “Kampus Berdampak”

Ratu

Alokasi Revitalisasi Sekolah di Samarinda Menyusut, Tujuh Sekolah Tetap Dapat Bantuan pada 2026

Emmy Haryanti