Samarinda, Infosatu.co – Menumbuhkan usaha baru dinilai tidak cukup untuk memperkuat perekonomian daerah jika tidak diikuti peningkatan kualitas pelaku usaha. Karena itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim memfokuskan pembinaan pada pendampingan menyeluruh agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan pembentukan wirausaha baru tidak berhenti pada pemberian pelatihan. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan usaha, bantuan peralatan, hingga fasilitasi pengurusan berbagai dokumen legalitas.
“Mulai dari pelatihan, pendampingan, bantuan peralatan, sampai fasilitasi mengakses sertifikasi seperti halal, NIB, PIRT dan lainnya. Jadi rangkaiannya lengkap sampai seseorang benar-benar menjadi wirausaha baru,” ungkapnya.
Menurut Heni, legalitas usaha menjadi salah satu faktor penting agar produk UMKM memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, pembinaan juga diarahkan pada penguatan aspek produksi, pengemasan, dan pemasaran.
“Tahun ini fokusnya kuliner karena peminatnya memang paling banyak dibandingkan sektor lainnya,” katanya.
Meski sektor kuliner menjadi prioritas pembinaan, DPPKUKM tidak membatasi peserta pada jenis produk tertentu. Materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada kemampuan dasar menjalankan bisnis agar dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha kuliner.
“Produk kuliner sangat beragam. Kami tidak mungkin mengajarkan semuanya, tetapi kami memberikan dasar-dasar membangun bisnis kuliner, bagaimana teknik produksi, kemasan, pemasaran, dan hal-hal penting lainnya,” jelasnya.
Program Kewirausahaan Terpadu tahun ini dipusatkan di Kota Samarinda, Kota Bontang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 50 kuota disediakan bagi peserta individu sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan.
