Samarinda, Infosatu.co – Cuaca di Kota Samarinda diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan. Meski belum masuk kategori ekstrem, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi banjir dan genangan yang kerap muncul di sejumlah titik rawan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Prakiraan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Temindung Pranoto Samarinda. Kondisi tersebut dikatakan masih tergolong normal karena Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Forecaster BMKG Samarinda Rahman Abdilah mengatakan berdasarkan prospek cuaca 10 hari ke depan, curah hujan di Samarinda diperkirakan berada pada kisaran 75 hingga 100 milimeter atau termasuk kategori menengah.
“Potensi hujan dengan intensitas sedang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang, tetapi belum mengarah ke hujan ekstrem,” ujar Abdilah saat ditemui di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Temindung Pranoto Samarinda, Jalan Pipit, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan pola hujan di Samarinda umumnya bersifat lokal. Karena itu, banjir atau genangan bisa saja terjadi di wilayah tertentu meskipun kondisi cuaca di kawasan lain relatif normal.
Selain hujan, BMKG juga mencatat suhu udara di Samarinda dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Suhu maksimum bahkan sempat mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara yang berubah-ubah.
Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi cuaca saat Iduladha nanti masih relatif kondusif untuk pelaksanaan salat Id maupun proses pemotongan hewan kurban.
“Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 27 sampai 29 derajat Celcius dan sejauh ini belum ada indikasi hujan signifikan,” jelasnya.
Abdilah turut mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG, mengingat kondisi atmosfer pada masa pancaroba masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kami harap masyarakat tetap waspada dan rutin memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG,” pungkasnya.
