infosatu.co
OLAHRAGA

Efisiensi Anggaran, Pembinaan Olahraga Samarinda Tetap Berjalan

Teks: Gedung Dojang Taekwondo yang digunakan sebagai salah satu venue Piala Wali Kota Samarinda. (Foto: Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin mengatakan pembinaan olahraga di Kota Samarinda tetap berjalan meski pemerintah daerah berada dalam kondisi efisiensi anggaran.

Muslimin menyampaikan salah satu bentuk dukungan pemerintah dilakukan dengan memfasilitasi tempat pertandingan bagi cabang olahraga (cabor). Ia mencontohkan pelaksanaan kejuaraan Piala Wali Kota yang tetap dapat digelar dengan dukungan fasilitas pemerintah.

“Yang jelas atas nama pembinaan Kota Samarinda, kita selalu memberikan fasilitasi terhadap pembinaan olahraga yang ada di Kota Samarinda,” ujarnya di Samarinda, Senin, 21 September 2026.

Ia menyebut, dalam waktu berdekatan sejumlah pertandingan olahraga tetap berlangsung. Selain pertandingan yang digelar dalam rangka Piala Wali Kota, terdapat pertandingan anggar, taekwondo, silat, serta sejumlah cabor lainnya.

Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran tidak semestinya membuat pembinaan olahraga berhenti. Karena itu, pihaknya mengarahkan para pengurus cabang olahraga untuk tetap menjalankan pembinaan dengan menyesuaikan kondisi yang ada, termasuk melalui kolaborasi.

“Artinya apa? Kita mengarahkan kepada semua pengurus cabor untuk berusaha bagaimana dengan kondisi ini pembinaan olahraga tetap berjalan,” tuturnya.

Muslimin menilai pertandingan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Kompetisi dibutuhkan agar atlet dapat mengasah kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang selama ini dijalani.

“Karena kunci dari sebuah keberhasilan pembinaan olahraga itu adalah event. Bagaimana para atlet itu bisa mengikuti pertandingan untuk melihat seberapa kemampuan yang dimiliki pada proses latihan yang mereka laksanakan,” jelasnya.

Muslimin menuturkan, pertandingan tidak selalu harus bergantung sepenuhnya pada pembiayaan pemerintah. Pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan pihak swasta maupun pihak lain sehingga kegiatan olahraga tetap dapat terlaksana.

Ia pun berharap semangat pembinaan olahraga tetap terjaga, terlebih para atlet memiliki target yang ingin dicapai melalui berbagai kompetisi.

“Semangat itu dibentuk karena ada sesuatu yang dikejar. Apa itu? Pertandingan. Event-event yang membuat mereka bisa mengasah kemampuan atau skill yang dimiliki,” pungkasnya.

Related posts

Borneo FC Kehilangan Komang dan Rifad, Mauro Buka Opsi Ubah Komposisi Lini Belakang

Rizki

Borneo FC Akhiri Tren Buruk di Segiri, Tekuk Bali United 1-0

Rizki

Dua Kartu Merah Warnai Babak Pertama Borneo FC Vs Bali United, Skor 0-0

Rizki