Samarinda, Infosatu.co – Maraknya aksi pencurian kabel penerangan di Jembatan Achmad Amins yang mengakibatkan lampu jalan padam mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat sistem pengamanan.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah pemasangan empat kamera pengawas (CCTV) di kawasan jembatan. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin.
Ia mengatakan pemasangan CCTV merupakan bagian dari pembagian tugas antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam mempercepat pemulihan fasilitas sekaligus mencegah aksi pencurian kembali terjadi.
Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) bertanggung jawab melakukan penggantian kabel penerangan, sedangkan Diskominfo menangani penguatan sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV.
“Dishub sudah siap mengeksekusi penggantian kabel sehingga lampu bisa terang kembali. Untuk pengamanan aset, Diskominfo diperintahkan memasang CCTV,” ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.
Suparmin menjelaskan, sebanyak empat unit CCTV akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang mengarah ke akses keluar dan masuk Jembatan Achmad Amins.
Pemasangan ditargetkan rampung pada akhir Juli, sementara seluruh sistem diharapkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Ia menyebut proses instalasi tidak memerlukan waktu lama karena jaringan pendukung telah tersedia. Sistem Video Management System (VMS) yang digunakan telah terintegrasi dengan server Diskominfo, sementara jaringan serat optik di sekitar lokasi juga sudah terpasang.
“Begitu pekerjaan Dishub selesai, kami langsung masuk untuk pemasangan. Infrastruktur pendukungnya sudah ada sehingga prosesnya tidak membutuhkan waktu lama,” katanya.
Lebih lanjut, CCTV yang saat ini terpasang dinilai belum mampu mengawasi seluruh akses menuju kawasan jembatan. Posisi kamera yang relatif jauh juga menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi pelaku apabila terjadi tindak kriminal.
“Karena itu, empat kamera tambahan akan dipasang lebih dekat dengan akses masuk agar aktivitas di sekitar jembatan dapat dipantau secara maksimal,” jelasnya.
Selain memperluas jangkauan pengawasan, Diskominfo juga menyiapkan pengembangan sistem peringatan dini berbasis digital. Melalui sistem tersebut, petugas nantinya akan menerima notifikasi otomatis apabila terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar aset publik.
Untuk menghindari kerusakan akibat aksi vandalisme, kamera pengawas juga akan dipasang pada posisi yang lebih tinggi sehingga tidak mudah dijangkau.
“Kalau ada orang yang mencurigakan di sekitar lokasi, petugas bisa segera mengetahui dan melakukan langkah antisipasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dishub Kota Samarinda mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta melalui skema pergeseran anggaran untuk memulihkan sistem penerangan di Jembatan Achmad Amins.
Langkah tersebut dilakukan setelah pencurian kabel menyebabkan kerugian daerah sekitar Rp360 juta dan mengakibatkan sebagian besar lampu penerangan di jembatan tidak berfungsi.
