Samarinda, Infosatu.co – Minggu pagi baru berjalan ketika Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan di Samboja, Kutai Kartanegara, sudah dipenuhi pengunjung. Sekitar pukul 09.00 Wita, suara kendaraan yang datang silih berganti bercampur dengan riuh orang-orang yang memilih menghabiskan hari libur di tepi pantai.
Ada keluarga yang membawa anak-anak, rombongan teman yang datang bersama, hingga kelompok yang menggelar kegiatan bersama. Musik dangdut terdengar dari salah satu area, membuat suasana pantai terasa semakin hidup.

Di tengah keramaian itu, anak-anak punya kesibukannya sendiri. Sebagian bermain air dan berenang, sebagian lainnya berlarian di atas pasir hingga sibuk mencari kelomang. Tak jauh dari sana, suara kendaraan ATV sesekali terdengar ketika pengunjung mencoba menyusuri kawasan pantai.
Pantai Tanah Merah pagi itu memang tidak sedang sepi untuk mereka yang ingin mencari ketenangan. Namun, keramaian justru menjadi bagian dari suasananya.
Pepohonan besar dan tinggi tumbuh di sejumlah area pantai. Rindangnya pepohonan menjadi tempat berlindung ketika matahari mulai terasa panas. Di bawahnya, pengunjung duduk santai, berbincang, atau sekadar menikmati angin yang terus berembus dari arah laut.
Cuaca cerah membuat pantai terlihat terang, meski matahari belum terasa terlalu terik. Dari area teduh, hamparan pasir putih yang cukup tebal terlihat membentang di sepanjang pantai. Air lautnya tampak agak keruh.
Saat tiba, ombak kecil masih terlihat di tepian. Namun sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita, air laut mulai menyurut. Ombak yang sebelumnya datang silih berganti perlahan menghilang.
Meski kondisi laut berubah, aktivitas pengunjung tak ikut berhenti. Beberapa masih bermain di sekitar pantai, sementara lainnya sibuk mengabadikan momen.
Kamera ponsel seolah menjadi barang wajib. Tak lama setelah datang, sebuah keluarga terlihat berfoto bersama dan membuat konten TikTok. Di sudut lain, kelompok-kelompok pengunjung menghabiskan waktu dengan obrolan dan canda masing-masing.
Salah satu pengunjung, Rama, datang bersama enam temannya dari Samarinda. Ini menjadi kunjungan pertamanya ke Pantai Tanah Merah.
Rama mengetahui tempat tersebut melalui media sosial, terutama TikTok. Sebelumnya, ia sudah pernah mengunjungi sejumlah pantai di Muara Badak dan Balikpapan. Kali ini, ia ingin mencoba suasana yang berbeda.
“Lihat di TikTok saja. Sebelumnya sudah pernah coba yang di Muara Badak sama Balikpapan, jadi mau coba di sini,” ujarnya di Pantai Tanah Merah, Minggu, 30 Agustus 2026.
Bagi Rama, bukan hanya pantainya yang membuat kunjungan terasa menyenangkan. Suasana dan pepohonan besar di kawasan tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Yang paling disukai suasananya pastinya. Pohonnya juga estetik, ditambah sama teman-teman makin seru,” ungkapnya.
Menjelang siang, Pantai Tanah Merah justru semakin ramai. Ketika sebagian pengunjung mulai meninggalkan kawasan pantai, kendaraan lain terus berdatangan. Mobil dan sepeda motor memenuhi area parkir.
Keramaian itu memperlihatkan satu hal: orang datang ke Tanah Merah dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang membawa keluarga untuk memberi ruang bermain bagi anak-anak, ada yang sengaja berkumpul bersama teman, ada yang datang untuk mengikuti kegiatan kelompok, dan ada pula yang sekadar ingin menghabiskan hari libur di tepi laut.
Bagi yang datang untuk mencari ketenangan, mungkin Pantai Tanah Merah bukan tempat dengan suasana paling sunyi pada Minggu pagi. Tetapi di antara suara musik, tawa anak-anak, deru ATV, dan percakapan pengunjung, tetap ada ruang untuk sekadar duduk di bawah pohon dan menikmati angin.
Sebab terkadang, melepas penat tidak selalu membutuhkan tempat yang benar-benar sepi. Cukup pergi sedikit lebih jauh dari rutinitas, mencari teduh, menghirup udara laut, lalu membiarkan Minggu berjalan dengan sendirinya.
