infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Lahan Parkir Pasar Pagi Tak Cukup untuk Pedagang dan Pengunjung

Teks: Kepala Bidang Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda, Yusdiansyah

Samarinda, infosatu.co — Keterbatasan lahan parkir di kawasan Pasar Pagi Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai berpotensi menimbulkan kesulitan bagi para pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda Yusdiansyah, seusai peninjauan Pasar Pagi, Kamis, 8 Januari 2026.

Rusdi mengakui, spesifikasi lahan parkir di area bawah Pasar Pagi relatif kecil.

“Kalau pedagang kita rata-rata membawa motor atau kendaraan, tentu ini akan berdampak pada pengunjung yang kesulitan mencari lahan parkir karena area parkir sudah dipenuhi oleh para pedagang,” ujarnya.

Meski demikian, Rusdi menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan penjelasan teknis secara rinci terkait penataan parkir.

Menurutnya, kewenangan tersebut berada pada Dinas Perhubungan (Dishub).

“Memang berdasarkan spesifikasinya, belum mencukupi antara pedagang dan pengunjung. Tapi mungkin ada teknis-teknis lain yang bisa dimanfaatkan Dishub,” katanya.

Terkait kapasitas parkir, Rusdi menyebutkan bahwa berdasarkan data awal dari Dinas Perdagangan, area parkir Pasar Pagi diperkirakan dapat menampung sekitar 105 unit mobil dan 709 unit sepeda motor.

Sementara itu, untuk fasilitas parkir disabilitas, Rusdi menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan telah tersedia dua spesifikasi parkir untuk kendaraan roda empat.

Namun, jumlah parkir sepeda motor serta fasilitas disabilitas secara detail masih belum diketahui.

Pemkot Samarinda akan terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan penataan parkir Pasar Pagi, dengan melibatkan instansi teknis terkait.

Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan pedagang dan kenyamanan pengunjung dapat terpenuhi secara seimbang.

Related posts

Sarung Samarinda Alami Krisis Bahan Baku Benang Sutra

Dhita Apriliani

Andi Harun Dorong Perubahan Paradigma Kebijakan Budaya

Dhita Apriliani

Amdal Lalin Pasar Pagi, Rambu dan Median Jalan Devaluasi

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page