Pasuruan, infosatu.co – Rencana pengadaan mobil dinas untuk pimpinan resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) ditunda.
Penundaan ini menurut Samsul Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, sebuah keputusan yang tak hanya mencerminkan kehati-hatian, tetapi juga keberanian menahan “gengsi” demi kepentingan masyarakat luas.
Langkah ini, kata Samsul, menjadi bukti bahwa DPRD tak ingin sekadar duduk sebagai pengambil kebijakan, melainkan hadir sebagai teladan dalam pengelolaan anggaran yang bijak dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, katanya, saat kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas utama, belanja yang bersifat penunjang dipastikan harus rela menepi.
“Ini bukan soal mampu atau tidak, tapi soal keberpihakan. Ketika rakyat masih membutuhkan perhatian di sektor pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, maka sudah sepatutnya kami mendahulukan itu,” tegas Samsul Hidayat, Selasa 14 April 2026.
Diungkapkan, keputusan ini sekaligus memperlihatkan solidnya komitmen antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.
Samsul menyebutkan, setiap rupiah anggaran kini diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi fasilitas pejabat.
Samsul menjamin, penundaan mobil dinas ini tidak mengurangi kinerja pimpinan DPRD. Aktivitas tetap berjalan maksimal, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, dan roda pemerintahan terus bergerak tanpa hambatan.
Dengan langkah ini, menurut Samsul, DPRD ingin mengirim pesan kuat, efisiensi bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata.
Ke depan, kata Samsul, DPRD memastikan akan terus mengawal kebijakan anggaran agar transparan, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
