Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) Lisa Hasliana mengakui ketersediaan koleksi buku di perpustakaan daerah masih belum memenuhi rasio yang ditetapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Menurut Lisa, rasio ideal koleksi perpustakaan yang ditetapkan Perpusnas yakni dua judul buku untuk satu penduduk. Sementara jumlah penduduk Kaltim yang mencapai sekitar 4 juta jiwa belum sebanding dengan ketersediaan koleksi yang dimiliki.
“Memang ketersediaan koleksi buku di Kaltim ini belum sesuai dengan rasio yang ditetapkan oleh Perpusnas,” ujarnya usai penutupan Festival Literasi Kaltim di Olah Bebaya, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis, 17 September 2026.
Ia menyebut, penambahan koleksi buku fisik tahun ini juga terbatas. DPK Kaltim hanya memiliki anggaran sekitar Rp40 juta untuk pengadaan buku.
“Kecil angkanya, hanya Rp40-an juta saja,” sebutnya.
Kondisi tersebut membuat DPK Kaltim mencari sumber lain untuk menambah koleksi. Salah satunya melalui hibah buku dari berbagai pihak, mulai dari perbankan, swasta hingga masyarakat.
“Nah itu menambah jumlah koleksi judul buku lagi. Kemudian dari Perpusnas memang ada, sampai ke desa,” jelasnya.
Lisa menuturkan, buku-buku yang diterima melalui hibah tidak hanya disimpan di perpustakaan daerah. Sebagian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pondok pesantren dan sekolah yang berada jauh dari perkotaan.
“Hibah-hibah buku itu pun banyak permintaan dari ponpes, kemudian dari sekolah-sekolah yang jauh dari kota. Mereka minta buku. Nah kemudian juga kita beri, kita salurkan lagi,” tuturnya.
Selain buku fisik, DPK Kaltim juga memiliki koleksi digital melalui platform e-Kaltim yang saat ini mencapai sekitar 60 ribu judul. Namun, belum ada penambahan koleksi digital pada tahun ini karena terkendala efisiensi anggaran.
“Mudah-mudahan ini di APBD-P ada untuk menambah koleksi buku digital tersebut,” harapnya.
Di sisi lain, Lisa mengungkapkan kelompok usia 15–25 tahun menjadi pengunjung yang paling banyak datang ke perpustakaan. Mereka umumnya memanfaatkan perpustakaan untuk menjadi anggota baru, meminjam buku hingga mencari referensi untuk penyusunan skripsi.
Adapun jumlah pengunjung DPK per Agustus 2026 tercatat sebanyak 44.800 yang merupakan gabungan onsite sebanyak 27.835 kunjungan dan online sebanyak 16.965 kunjungan.
“Paling banyak pengunjung itu 15 sampai 25 tahun. Mereka kebanyakan lagi menyusun skripsi,” pungkasnya.
