infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

ISPU Samarinda Tercatat 90, Kualitas Udara Masuk Kategori Sedang

Teks: Kualitas udara di Kota Samarinda masuk dalam kategori sedang. (Foto: Dok/Pemkot Samarinda)

Samarinda, Infosatu.co – Kualitas udara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan dan kesehatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu (4/11/2026) pukul 16.00 WITA, kualitas udara di Samarinda tercatat berada pada angka 90 atau masuk kategori sedang, dengan parameter kritis Particulate Matter (PM2.5).

Data yang dirilis melalui Stasiun Pemantauan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya kelompok sensitif yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan polusi udara.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara.

“Meskipun saat ini ISPU berada dalam kategori sedang, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 4 November 2026.

Berdasarkan grafik pemantauan selama 24 jam, terhitung sejak 3 November pukul 16.00 hingga 4 November pukul 16.00 WITA, kualitas udara Samarinda beberapa kali mengalami peningkatan konsentrasi pencemar. Grafik memperlihatkan sejumlah periode berada pada kategori sedang dengan rentang ISPU 51–100, sementara beberapa waktu lainnya sempat masuk kategori tidak sehat dengan rentang 101–200.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dapat berubah dalam kurun waktu tertentu sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan.

Suwarso juga mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, untuk membatasi aktivitas fisik terlalu lama atau berat di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

“Kami mengimbau kelompok sensitif agar mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dengan mengurangi sumber pencemaran udara,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dalam publikasi ISPU, masyarakat secara umum masih dapat beraktivitas di luar ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.

Suwarso berharap kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara semakin meningkat, seiring pentingnya menjaga lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.

Angka ISPU bukan sekadar indikator pencemaran, melainkan informasi yang dapat menjadi dasar masyarakat dalam menentukan aktivitas sehari-hari.

Dengan pemantauan kualitas udara dan partisipasi bersama dalam mengurangi sumber polusi, lingkungan yang lebih bersih diharapkan dapat terwujud demi melindungi kesehatan masyarakat Samarinda. (ADV)

Related posts

Tak Hanya Intervensi Gizi, DP2KB Samarinda Perkuat Ekonomi Keluarga untuk Cegah Stunting

Musriva

Sasar Pelajar dan Masyarakat, Puskesmas Samarinda Kota Kampanyekan Layanan Informasi PPID

Musriva

Buka Job Fair 2026, Saefuddin Zuhri Dorong Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Samarinda

Musriva