Samarinda, Infosatu.co – Pengelolaan organisasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program kerja, tetapi juga oleh tata kelola yang tertib, transparansi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Eko Suprayetno, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Samarinda menggelar audiensi, Senin, 2 November 2026 kemaren.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan organisasi PGRI untuk periode kepengurusan 2025–2030. Tiga pokok pembahasan utama meliputi tata kelola organisasi, transparansi keuangan, serta penguatan publikasi digital.
Dalam pertemuan itu, tata kelola organisasi menjadi salah satu perhatian penting agar pelaksanaan program dan kegiatan PGRI dapat berjalan lebih terarah. Penguatan sistem organisasi diharapkan mampu memperjelas koordinasi, pembagian peran, serta tanggung jawab setiap unsur kepengurusan selama masa bakti berlangsung.
“Organisasi yang sehat harus dibangun melalui tata kelola yang baik, koordinasi yang jelas, serta komitmen bersama dalam menjalankan tanggung jawab. Dengan begitu, setiap program dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat bagi anggota maupun dunia pendidikan,” ungkap Eko saat dikonfirmasi awak media pada Rabu, 4 November 2026.
Selain tata kelola, transparansi keuangan turut menjadi agenda pembahasan. Pengelolaan keuangan yang terbuka dan akuntabel dinilai penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memastikan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan dan tujuan organisasi.
Eko menyampaikan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan keuangan merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi. Setiap penggunaan anggaran perlu dikelola secara tertib, disertai pencatatan dan pelaporan yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
“Transparansi keuangan merupakan salah satu fondasi kepercayaan dalam organisasi. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara tertib, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Pembahasan berikutnya menyangkut penguatan publikasi digital. Di tengah perkembangan teknologi informasi, penyampaian informasi organisasi melalui kanal digital dinilai semakin penting untuk memperluas jangkauan komunikasi, mendokumentasikan kegiatan, serta menyampaikan berbagai program kepada anggota dan masyarakat.
Eko menjelaskan publikasi digital juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat citra organisasi melalui informasi yang aktual, akurat, dan mudah diakses. Dengan pengelolaan komunikasi yang baik, aktivitas PGRI diharapkan dapat diketahui lebih luas sekaligus memperkuat hubungan antaranggotanya.
“Publikasi digital perlu menjadi perhatian agar kegiatan dan program organisasi dapat tersampaikan dengan baik. Informasi yang dipublikasikan juga harus dikelola secara bertanggung jawab, sehingga mampu membangun komunikasi yang positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” jelasnya.
Melalui pertemuan tersebut, penguatan organisasi PGRI Kota Samarinda periode 2025–2030 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan administratif, tetapi berlanjut menjadi langkah nyata dalam membangun organisasi yang profesional, transparan, dan adaptif.
Sinergi antara Disdikbud dan PGRI juga menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Samarinda. Dengan tata kelola yang semakin baik, keuangan yang akuntabel, serta publikasi digital yang kuat, organisasi diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme guru. (ADV)
