infosatu.co
KESEHATAN

ISPA Masuk 10 Besar Keluhan Kesehatan di Samarinda, 799 Kasus Tercatat hingga Agustus

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masuk dalam 10 besar keluhan kesehatan yang dilaporkan masyarakat Samarinda sepanjang Agustus 2026. Hingga Agustus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya 799 kasus.

Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan secara umum kondisi penyakit di Samarinda masih terkendali. Namun, ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA. Ini juga harus diwaspadai,” kata Ismed saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Berdasarkan data Dinkes Samarinda periode Agustus 2026, 799 kasus tersebut setara dengan rata-rata 36,3 kasus per hari.

Selain ISPA, keluhan kesehatan yang berkaitan dengan saluran pernapasan seperti pilek atau flu biasa dan radang tenggorokan juga masuk dalam 10 besar laporan kesehatan masyarakat.

Dinkes Samarinda menilai peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian terhadap kondisi kualitas udara. Cuaca panas, kering dan berdebu, termasuk paparan asap ketika terjadi karhutla, dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

ISPA menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga paru-paru. Gejala yang umum muncul meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas.

Kelompok seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.

Dinkes mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan serta memastikan ventilasi ruangan tetap baik.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang buruk atau berasap. Jendela dan pintu dapat ditutup sementara apabila kualitas udara di luar rumah tidak baik.

Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala berat, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas atau napas cepat, nyeri dada maupun kondisi tubuh yang semakin lemah.

Untuk pelayanan kesehatan, Dinkes Samarinda memastikan fasilitas pemerintah tetap siap melayani masyarakat melalui 26 puskesmas, RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Samarinda.

“Jaga diri dan lingkungan agar tetap sehat di musim kemarau ini. Disarankan menggunakan masker jika beraktifitas di luar,” pungkas Ismed.

Related posts

Tiga Tahun Terakhir, Depresi Masuk 10 Besar Masalah Kesehatan Kaltim

Rizki

Kematian Ibu dan Bayi di Kaltim Capai 333 Kasus Per Juli 2026, Rujukan Lintas Daerah Masih Jadi Persoalan

Rizki

Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu, Dinkes Siapkan Stok Masker

Emmy Haryanti