Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 70 kepala sekolah jenjang sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di Samarinda mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang digelar secara bertahap hingga November 2026.
Peserta yang terdiri dari 35 kepala SD negeri dan 35 kepala SD swasta tersebut menjadi bagian dari batch pertama Program PM-KKA tahun 2026 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala SD Islam Terpadu As Salam Samarinda sekaligus peserta, Abdul Mutalib mengatakan kepala sekolah menjadi sasaran utama karena memiliki peran sebagai pemimpin di masing-masing satuan pendidikan sehingga pemahaman mengenai pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan.
“Memang karena kepala sekolah adalah top leader, pemimpin di satuan pendidikan atau di sekolahnya masing-masing. Makanya prioritas program kementerian ini menyasar kepala sekolahnya dulu,” ujarnya saat mengikuti pelatihan di PT Erlangga, Jalan Bung Tomo, Samarinda, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menyampaikan pelatihan tersebut dirancang dalam enam hingga tujuh siklus pembelajaran. Siklus pertama dimulai pada Agustus, kemudian berlanjut pada September, Oktober, hingga November 2026 dengan pola pembelajaran hibrida, baik secara luring maupun daring.
Abdul menjelaskan rangkaian pelatihan tersebut ditujukan untuk membangun pemahaman kepala sekolah secara lebih kuat mengenai PM dan KKA. Setelah itu, kepala sekolah diharapkan mampu menerapkan sekaligus meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada warga sekolah.
“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan selama enam atau tujuh siklus ini, terbangun pemahaman yang kuat dan mendalam tentang PM dan KKA,” jelasnya.
Tak hanya di lingkungan sekolah masing-masing, pengimbasan juga diharapkan dapat dilakukan kepada sekolah lain di lingkungan komunitas belajar mereka.
“Dari kepala sekolah ini mereka nanti bisa melakukan pengimbasan baik di internal sekolah mereka masing-masing, bisa juga kepada sekolah-sekolah lain di lingkungan sekolah mereka berada,” lanjutnya.
Ketua Komunitas Belajar Kapabel Kepala SD Swasta Samarinda itu menambahkan Program PM-KKA telah mulai dijalankan sejak 2025, tetapi penerapannya dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh sekolah menjadi sasaran pada tahun pertama.
Pada 2026, program kembali dibuka untuk memberikan kesempatan belajar kepada sekolah-sekolah yang belum menjadi sasaran pada pelaksanaan sebelumnya.
Untuk batch pertama di Samarinda, peserta berasal dari dua komunitas belajar kepala sekolah. Masing-masing komunitas mendapat kapasitas 35 peserta sesuai daya tampung Learning Management System (LMS) yang digunakan dalam pelatihan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan fasilitas pembelajaran dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur.
