Samarinda, Infosatu.co – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda mengalami kenaikan pasca-Iduladha 2026. Komoditas yang mengalami lonjakan harga di antaranya minyak goreng kemasan, bawang merah, dan bawang putih.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Segiri, April (18) mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada minyak goreng kemasan. Menurutnya harga sejumlah merek minyak goreng naik sekitar Rp5.000 per liter dibandingkan dua bulan lalu.
Ia mengatakan harga minyak goreng merek Rose Brand yang sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 per liter kini mencapai Rp25.000 per liter. Sementara Minyak Kita yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per liter kini naik menjadi Rp23.000 per liter.
“Sudah sekitar dua bulan terakhir mengalami kenaikan. Kalau untuk stok masih aman dan pasokan tidak ada kendala,” ujarnya saat ditemui di Pasar Segiri, Senin 8 Juni 2026.
Meski harga mengalami kenaikan, April mengaku daya beli masyarakat masih relatif stabil. Ia menyebutkan Minyak Kita tetap menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen karena harganya masih lebih terjangkau dibandingkan merek lainnya.
Selain minyak goreng, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Pedagang bawang, Adi (30), mengatakan harga bawang merah dan bawang putih meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp55.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara bawang putih yang sebelumnya dijual sekitar Rp30.000 per kilogram kini mencapai Rp40.000 per kilogram.
“Kenaikannya baru-baru ini. Dari distributor memang sudah naik, bukan karena kami menaikkan harga sendiri,” katanya.
Menurut Adi kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari berkurangnya pasokan hingga kondisi cuaca yang memengaruhi produktivitas panen. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga dinilai turut memberikan dampak terhadap harga komoditas di tingkat pasar.
“Curah hujan yang tinggi bisa memengaruhi hasil panen bawang. Nilai tukar rupiah yang melemah juga ikut berpengaruh,” tuturnya.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, para pedagang memastikan ketersediaan barang di Pasar Segiri masih dalam kondisi aman.
Namun demikian, mereka tidak menutup kemungkinan adanya perubahan harga apabila kondisi pasokan dan faktor eksternal lainnya masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi tersebut menunjukkan harga kebutuhan pokok di Pasar Segiri masih mengalami fluktuasi, terutama pada komoditas yang sangat dipengaruhi faktor distribusi, cuaca, dan pasokan dari daerah penghasil.
