Samarinda, Infosatu.co – Lebih dari separuh target pelaku usaha di Kota Samarinda telah didata dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Hingga pertengahan masa pendataan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat progres sensus telah mencapai sekitar 57 persen dari total sasaran.
Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto mengatakan capaian tersebut diraih setelah sekitar satu bulan pelaksanaan sensus. Meski berjalan sesuai target, petugas masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
“Hingga hari ini progresnya sudah sekitar 57 persen. Dinamikanya memang beragam, ada masyarakat yang khawatir soal pajak, bantuan sosial, hingga informasi yang berkembang di media sosial,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Kota Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, berbagai kekhawatiran tersebut terus diantisipasi dengan memperkuat kapasitas petugas sensus sekaligus meningkatkan koordinasi bersama pemerintah kota, kecamatan, kelurahan hingga berbagai pihak yang dapat mendukung kelancaran pendataan.
Supriyanto menjelaskan, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali menjadi instrumen penting untuk memperbarui data usaha yang selama ini telah banyak berubah.
Perkembangan ekonomi digital, perdagangan daring, hingga usaha rumahan dinilai perlu dipotret agar pemerintah memiliki gambaran kondisi ekonomi yang lebih akurat.
Ia menilai penggunaan data lama tidak lagi sepenuhnya menggambarkan kondisi usaha saat ini sehingga pembaruan data menjadi kebutuhan dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Kalau masih menggunakan data lama, belum tentu sesuai dengan kondisi sekarang. Perkembangan usaha berbasis digital sangat pesat sehingga perlu dipotret melalui sensus ini,” katanya.
BPS menargetkan pendataan rampung pada Agustus 2026. Karena itu, Supriyanto berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar agar data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan.
“Kami optimistis target pendataan bisa tercapai. Yang terpenting masyarakat mau menerima petugas dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan semakin berkualitas,” pungkasnya.
