Bontang, Infosatu.co – Warga Kota Bontang diperkirakan masih harus menghadapi pemadaman listrik bergilir hingga pertengahan Juli 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat gangguan operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memasok sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.
“Berdasarkan informasi dari PLN, masih akan ada gangguan dan dilakukan pemadaman bergilir sampai Juli nanti,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Selasa, 30 Juni 2026.
Neni menjelaskan kebutuhan listrik Kota Bontang sebenarnya tidak mengalami kekurangan. Konsumsi listrik di kota ini hanya sekitar 150 megawatt dan masih dapat dipenuhi. Namun, karena Bontang terhubung dalam sistem interkoneksi Mahakam bersama sejumlah wilayah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, gangguan pada salah satu pembangkit berdampak pada distribusi listrik di daerah tersebut.
“Kalau kebutuhan listrik di Kota Bontang hanya sekitar 150 megawatt dan sebenarnya cukup. Tapi karena kita masuk dalam sistem interkoneksi Mahakam, ketika ada gangguan di pembangkit, dampaknya juga dirasakan di Bontang,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Annisa Nabiha membenarkan bahwa gangguan terjadi akibat kendala operasional pada salah satu unit PLTGU di sistem kelistrikan Kalimantan.
“Beberapa hari ini terdapat kendala operasional pada salah satu PLTGU di sistem kelistrikan Kalimantan yang menyebabkan pasokan daya berkurang. Agar daerah yang terdampak tidak semakin meluas, kami berupaya melakukan manajemen pengaturan beban,” katanya.
Menurut Annisa, pengaturan beban dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan selama proses perbaikan pembangkit berlangsung. Karena itu, jadwal maupun lokasi pemadaman bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi sistem.
“Rencana penghentian sementara, baik dari sisi waktu maupun lokasi, dapat berubah atau batal berdasarkan kondisi sistem saat ini. Tim PLN terus menyesuaikan proses manajemen beban sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Saat ini, PLN masih memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan gangguan di pembangkit agar sistem kelistrikan kembali normal. Masyarakat juga diimbau memantau informasi resmi terkait perkembangan kondisi kelistrikan dan jadwal pemadaman melalui kanal komunikasi resmi PLN.
