infosatu.co
DPRD BONTANG

Digitalisasi Layanan OPD Bontang Perlu Dipercepat untuk Optimalkan PAD

Teks: Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, Infosatu.co – Digitalisasi layanan dan sistem pengelolaan pendapatan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang dinilai perlu segera dipercepat untuk meminimalkan kebocoran penerimaan daerah.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang Rustam mengatakan, sistem yang masih dijalankan secara manual berpotensi menyebabkan hilangnya potensi pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah.

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD).

“Sekarang dunia sudah ada di genggaman. Anak kecil saja sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Rustam mencontohkan pengalamannya melihat anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan transaksi non tunai seperti GoPay dan DANA dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itu, ia menilai seluruh layanan dan transaksi yang berkaitan dengan penerimaan daerah sudah seharusnya berbasis aplikasi dan terintegrasi secara digital.

“Kalau tidak menggunakan aplikasi, saya yakin masih banyak potensi kehilangan pendapatan. Dengan sistem digital, seluruh transaksi dapat tercatat dengan baik, lebih transparan, dan mudah diawasi,” katanya.

Dalam pembahasan capaian pendapatan daerah, Rustam juga menyoroti laporan realisasi pendapatan yang terlihat tinggi secara persentase.

Namun menurutnya, capaian tersebut perlu dilihat lebih mendalam dan tidak hanya berdasarkan angka persentase semata.

“Tadi laporannya memang terlihat bagus, ada yang mencapai 100 persen bahkan 200 persen. Namun jika target awalnya kecil, tentu capaian itu belum tentu menggambarkan hasil yang optimal,” jelasnya.

Ia menilai masih ada potensi pendapatan daerah yang belum tergali maksimal akibat sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya digital dan terintegrasi.

Selain itu, Rustam menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering mengabaikan nominal kecil dalam transaksi tunai.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi celah hilangnya potensi penerimaan daerah apabila pencatatan transaksi tidak dilakukan secara otomatis.

“Kalau sistemnya digital, semuanya tercatat otomatis dan tidak ada lagi celah kehilangan pendapatan,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Hanya Satu Pegawai Bersertifikat, DPRD Soroti Kapasitas SDM DPMPTSP Bontang

Rizki

Kendaraan Dinas Rusak dan Inventaris Mangkrak di Bontang Diusulkan Dilelang

Rizki

Banyak Aset Rusak Masih Tercatat Aktif, DPRD Bontang Minta OPD Tertib Melapor

Rizki