infosatu.co
POLITIK

Gerindra Kerahkan Kader, 1.500 Paket Bantuan Dikirim ke Mahakam Ulu

Teks: Pelepasan bantuan pangan ke Mahulu oleh Partai Gerindra Kalimantan Timur. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) mengerahkan kader dan anggota legislatifnya untuk menggalang bantuan bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan bahan pangan.

Bantuan yang dikumpulkan kader Gerindra tersebut berupa 1.500 paket bahan pokok yang terdiri dari beras, gula dan minyak goreng. Bantuan itu dilepas dari Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim, Jumat, 28 Agustus 2026 untuk selanjutnya dikirim ke wilayah Long Pahangai dan Long Apari.

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim Seno Aji menuturkan penggalangan bantuan melibatkan seluruh unsur partai, mulai dari anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, pengurus DPC hingga DPD.

“Ini bentuk kepedulian kader-kader Partai Gerindra di Kaltim. Kami bersama-sama memberikan bantuan, donasi, seluruh kader tanpa terkecuali,” kata Seno.

Dari penggalangan tersebut, kader Gerindra berhasil mengumpulkan sekitar Rp113,2 juta. Selain itu, terdapat bantuan dari pihak ketiga sekitar Rp40 juta, sehingga total penerimaan mencapai Rp153,2 juta.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok yang akan dibagikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Seno menyebut proses pengiriman bantuan menjadi tantangan tersendiri karena kondisi sungai di Mahulu yang mengalami penyusutan.

Distribusi tidak bisa dilakukan dengan satu moda transportasi karena akses menuju Long Pahangai dan Long Apari cukup terbatas.

Bantuan akan dikirim menggunakan truk, kemudian dipindahkan ke kendaraan roda empat atau pikap hingga titik tertentu. Setelah itu, bantuan kembali dipindahkan menggunakan ketinting untuk menuju wilayah tujuan.

“Satu ketinting itu kurang lebih hanya bisa membawa 500 kilogram. Jadi bantuan ini harus dipecah-pecah ke beberapa pengiriman,” ujarnya.

Menurut Seno, kondisi tersebut membuat biaya distribusi bantuan menjadi cukup besar. Total pengeluaran untuk pengadaan bahan pokok dan transportasi mencapai sekitar Rp173 juta.

Meski terdapat kekurangan antara dana yang terkumpul dengan kebutuhan pengiriman, Seno memastikan bantuan tetap diberangkatkan. Ia menilai persoalan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang perlu ditangani bersama.

“Memang ada kekurangan, tapi tidak ada masalah. Karena ini adalah bentuk kemanusiaan, insyaallah akan tertutupi dengan sendirinya nanti ke depan,” katanya.

Seno yang juga menjabat Wakil Gubernur Kaltim mengatakan pemerintah daerah turut berupaya membuka akses menuju wilayah pedalaman Mahulu. Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membantu membuka jalur dari Long Bagun menuju Long Pahangai.

Upaya tersebut dinilai penting agar distribusi logistik ke wilayah pedalaman tidak sepenuhnya bergantung pada jalur sungai yang saat ini terganggu akibat kekeringan.

Lebih lanjut, Seno mengatakan bantuan yang dikirim Gerindra diprioritaskan bagi masyarakat di Long Pahangai dan Long Apari. Ia menyebut terdapat sekitar 2.000 kepala keluarga di wilayah tersebut yang membutuhkan bantuan.

Selain persoalan kekeringan, Seno juga menyinggung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Ia meminta kader Gerindra ikut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan membakar lahan untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk bercocok tanam. Ini akan dapat segera menyebar ke lahan-lahan yang lain yang tidak terkendali,” tegasnya.

Related posts

DPRD Kaltim Usulkan Peran Lintas Sektor dalam Pembahasan Ranperda HIV/AIDS

Rizki

Masa Non-Tahapan Jadi Waktu Bawaslu Kaltim Petakan Potensi Kerawanan Pemilu

Rizki

Antrean Biosolar Jadi Ujian Kebijakan Pemkot Samarinda

Emmy Haryanti