infosatu.co
KESEHATAN

ISPA Mengintai di Musim Kemarau, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Teks: Ilustrasi kabut asap di tengah musim kemarau dan karhutla yang berpotensi menyebabkan ISPA. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat Samarinda, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya potensi paparan debu maupun asap.

Tercatat hingga Agustus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya 799 kasus, sekaligus menjadikan ISPA sebagai masuk dalam 10 besar keluhan kesehatan yang dilaporkan masyarakat Samarinda sepanjang Agustus 2026.

Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala ISPA sejak awal serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“ISPA dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu penting bagi masyarakat untuk mengenali gejalanya dan melakukan pencegahan,” kata Ismed, Jumat, 28 Agustus 2026.

Perlu diketahui, ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri dan menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Gejala yang umum muncul antara lain batuk, sakit tenggorokan, pilek, demam hingga sesak napas. Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama apabila kondisinya semakin berat.

Penularan ISPA dapat terjadi melalui percikan air liur yang keluar ketika penderita batuk atau bersin. Penularan juga dapat berlangsung melalui kontak langsung dengan penderita, termasuk ketika berada atau beraktivitas bersama.

Untuk menekan risiko penularan, masyarakat dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin, menggunakan masker ketika batuk atau bersin, serta menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin.

Masyarakat juga disarankan menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami ISPA. Menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik secara teratur turut menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Selain perilaku individu, kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan sirkulasi udara di rumah atau ruangan tetap baik.

Penggunaan masker juga menjadi salah satu perlindungan yang dapat dilakukan ketika berada di lingkungan berdebu maupun saat kondisi udara kurang baik.

“Yang penting kita menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika diperlukan, dan menghindari kontak langsung dengan penderita,” ujar Ismed.

Dinkes Samarinda mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang lebih berat. Beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, atau batuk berdarah.

Ismed mengatakan kewaspadaan tidak berarti masyarakat harus panik. Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara rutin.

“Kalau ada gejala yang berat, jangan ditunda untuk memeriksakan diri. Lebih baik segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” pungkas Ismed.

Related posts

Stigma HIV/AIDS Masih Hambat Testing dan Pengobatan di Kaltim

Rizki

ISPA Masuk 10 Besar Keluhan Kesehatan di Samarinda, 799 Kasus Tercatat hingga Agustus

Rizki

Tiga Tahun Terakhir, Depresi Masuk 10 Besar Masalah Kesehatan Kaltim

Rizki