infosatu.co
PENDIDIKAN

Jelang Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib, 90.447 Guru SD Jadi Sasaran Pelatihan

Teks: Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani (foto IST)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah mulai memperluas persiapan guru sekolah dasar (SD) menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen membuka Pelatihan Mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) di Rumah Pendidikan.

Program ini ditujukan untuk membantu guru meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus keterampilan mengajarnya. Pelatihan mandiri tersebut merupakan pengembangan dari program PKGSD-MBI reguler yang telah dibuka pada Mei 2026.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan bertahap guru SD sebelum Bahasa Inggris diterapkan sebagai mata pelajaran wajib.

Ia meminta dukungan dinas pendidikan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendorong sekolah yang menjadi sasaran prioritas mengikuti pelatihan, khususnya SD yang belum memiliki guru dengan latar belakang Bahasa Inggris.

“Kami mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan dan UPT untuk mendorong satuan pendidikan yang menjadi sasaran prioritas, khususnya sekolah dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris agar dapat mengikutsertakan atau mendorong perwakilan gurunya untuk mengikuti Pelatihan Mandiri PKGSD-MBI,” ujar Nunuk dalam keterangan resminya.

Secara keseluruhan, Program PKGSD-MBI menyasar 90.447 guru SD. Untuk memperluas akses pelatihan, pemerintah menargetkan 30 ribu guru mengikuti pelatihan setiap tahun melalui skema mandiri. Dengan pola tersebut, Kemendikdasmen menargetkan kebutuhan guru SD yang akan mengajar Bahasa Inggris dapat dituntaskan pelatihannya pada 2029.

Nunuk menekankan agar guru tidak melihat pelatihan tersebut sebagai tambahan beban. Menurutnya, materi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kesiapan guru sebelum menerapkannya di kelas.

Guru juga didorong untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh serta saling berbagi pengalaman dengan sesama guru. Proses belajar, kata Nunuk, perlu menjadi bagian dari kebiasaan guru dan tidak hanya dilakukan ketika mengikuti pelatihan formal.

Pelatihan mandiri PKGSD-MBI mulai dibuka pada Agustus 2026. Peserta dapat mengikuti pembelajaran secara mandiri melalui RGTK dengan materi yang disusun dalam tiga topik.

Topik pertama membahas perkenalan diri dan keluarga, kemudian komunitas di sekolah, serta rutinitas harian. Masing-masing topik dirancang untuk dapat diselesaikan maksimal satu bulan sejak peserta mulai mengikuti pembelajaran.

Setelah menyelesaikan rangkaian materi, peserta akan mengikuti tes akhir dan memperoleh surat keterangan penyelesaian topik pembelajaran.

Related posts

70 Kepala SD Samarinda Ikuti Diklat PM-KKA, Siap Jadi Penggerak Sekolah

R'sya Rahmadina

Guru Pensiun Belum Diganti, SMPN 28 Samarinda Bagi Jam Mengajar ke Guru Lintas Bidang

R'sya Rahmadina

Gempa Susulan, 923 Sekolah di Flores Belajar dari Rumah

R'sya Rahmadina