infosatu.co
PENDIDIKAN

IKIP PGRI Kaltim Padukan Upacara HUT ke-81 RI dengan Pembukaan PKKMB

Teks: Upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia dan Pembukaan PKKMB IKIP PGRI Kalimantan Timur Tahun 2026. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) memadukan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027, Senin, 17 Agustus 2026.

Teks: Upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia dan Pembukaan PKKMB IKIP PGRI Kalimantan Timur Tahun 2026. (Infosatu.co/Adi)

Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan penggabungan dua agenda tersebut menjadi momentum tersendiri bagi mahasiswa baru.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai melalui upacara, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam semangat generasi muda untuk melanjutkan perjuangan melalui pendidikan.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Hari ini momentum yang luar biasa karena kita bisa merangkai Hari Kemerdekaan ke-81 RI dengan PKKMB. Sebelumnya selalu terpisah, upacara kemerdekaan sendiri dan PKKMB sendiri,” kata Suriansyah.

Ia menilai momentum tersebut relevan dengan keberadaan mahasiswa baru yang mulai memasuki jenjang pendidikan tinggi. Mereka dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui peningkatan kapasitas dan pendidikan.

Suriansyah mendorong mahasiswa IKIP PGRI Kaltim tidak berhenti pada jenjang sarjana. Setelah menyelesaikan pendidikan S1, mahasiswa diharapkan dapat melanjutkan studi ke jenjang S2 hingga S3 sesuai bidang masing-masing.

“Pejuang kita sudah berpayah-payah dan berdarah-darah membebaskan Indonesia dari penjajahan. Tugas mereka sekarang adalah melanjutkannya, salah satunya dengan menempuh pendidikan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan pendidikan generasi muda juga menjadi kebutuhan penting bagi Kalimantan Timur. Ia menyebut angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah masih perlu terus didorong agar semakin banyak generasi muda yang melanjutkan pendidikan.

Selain pendidikan, Suriansyah berharap lulusan IKIP PGRI Kaltim nantinya dapat kembali dan berkontribusi di daerah asal masing-masing. Ia menilai keberadaan alumni di berbagai wilayah dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan daerah.

“Kita berharap anak-anak daerah ini mampu mengisi daerahnya nanti. Kalau dari Kutai Barat, berkiprah di Kutai Barat, bangun daerahmu, bangun desamu, bangun kampung. Begitu juga dari daerah lain di Kaltim ini,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjut dia, juga diterapkan melalui penempatan mahasiswa dalam program magang atau praktik lapangan. Mahasiswa diarahkan kembali ke sekolah asal atau wilayah mereka agar pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan di daerah.

Suriansyah menyebut sekitar 60 persen mahasiswa yang mengikuti praktik lapangan kembali ditempatkan di sekolah masing-masing. Penempatan tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kaltim hingga daerah lain seperti Malinau.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, sekolah, dan daerah asal sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kalau kuliahnya cepat selesai, mereka bisa segera mengisi lapangan pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki. Kita juga berharap alumni IKIP tersebar di mana-mana dan anak-anak daerah bisa kembali membangun daerahnya,” pungkasnya.

Related posts

Materi LGBTQ Masuk PKKMB IKIP PGRI Kaltim, Mahasiswa Harus Memahami Isunya

Rizki

298 Peserta Ikuti PKKMB IKIP PGRI Kaltim, Dibekali Materi Digital hingga Bela Negara

Rizki

81 Tahun Indonesia Merdeka: Sudahkah Pendidikan Kita Melahirkan Generasi yang Merdeka Berpikir?

Rizki