infosatu.co
PENDIDIKAN

298 Peserta Ikuti PKKMB IKIP PGRI Kaltim, Dibekali Materi Digital hingga Bela Negara

Teks: PKKMB IKIP PGRI Kaltim Tahun 2026 yang diikuti 281 Calon Mahasiswa dan 17 Mahasiswa. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 298 peserta mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Kalimantan Timur tahun akademik 2026/2027. Selama empat hari, para peserta akan dibekali materi mulai dari teknologi digital, bela negara, kewirausahaan hingga pengenalan Program Gratispol.

Teks: Penyematan tanda pengenal PKKMB IKIP PGRI Kaltim. (Infosatu.co/Adi)

Ketua Panitia PKKMB IKIP PGRI Kaltim Tejo Suparno mengatakan 281 peserta merupakan mahasiswa baru yang terdaftar mengikuti PKKMB tahun ini. Sementara 17 peserta lainnya merupakan mahasiswa lama yang belum mengikuti PKKMB pada tahun sebelumnya.

“Untuk mahasiswa baru, ada 281 yang terdaftar sebagai peserta PKKMB. Kemudian ada 17 mahasiswa lama yang tahun lalu belum ikut, sehingga tahun ini bergabung. Jadi totalnya 298 peserta,” kata Tejo, Senin, 17 Agustus 2026.

Dari 281 mahasiswa baru tersebut, Program Studi Pendidikan Ekonomi tercatat memiliki 40 mahasiswa, Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) menjadi yang terbanyak dengan 217 mahasiswa, sedangkan Pendidikan Otomotif sebanyak 24 mahasiswa.

Sementara 17 mahasiswa lama yang mengikuti PKKMB tahun ini berasal dari semester tiga. Keikutsertaan mereka diperlukan karena sertifikat PKKMB menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian skripsi.

“Kalau tidak ikut PKKMB, sertifikatnya tidak ada. Sertifikat itu menjadi salah satu syarat ketika mereka nanti mau ujian skripsi,” jelasnya.

PKKMB tahun ini mengusung tema “Membangun Mahasiswa Berkarakter, Berkarya Tanpa Batas Menuju Generasi Emas.” Tema tersebut diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa agar tidak hanya mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan yang dibutuhkan untuk berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Tejo mengatakan rangkaian kegiatan dilaksanakan satu hari penuh, mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WITA. Durasi empat hari dipilih dengan menyesuaikan materi yang telah disiapkan panitia serta pedoman pelaksanaan PKKMB dari Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Kita memilih empat hari. Tidak mengambil tiga hari, tetapi juga tidak sampai enam hari, karena disesuaikan dengan materi yang kami rencanakan,” ujarnya.

Selama kegiatan, mahasiswa akan mendapatkan sejumlah materi dari narasumber internal maupun eksternal kampus.

Materi dari pihak luar antara lain berkaitan dengan teknologi digital yang akan disampaikan akademisi, bela negara dari unsur TNI dan Polri, serta pengenalan program Gratispol yang direncanakan disampaikan perwakilan pemerintah daerah pada hari terakhir.

Selain itu, panitia juga menghadirkan pelaku dunia usaha untuk memberikan materi kewirausahaan. Sementara materi internal kampus mencakup pengenalan program studi, fakultas, serta organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Menurut Tejo, komposisi materi tersebut sengaja dibuat agar mahasiswa baru tidak hanya memahami lingkungan akademik, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jadi ada narasumber dari luar dan dari dalam kampus. Dari luar ada akademisi, TNI-Polri, pemerintah dan pengusaha. Dari dalam, kita mengenalkan program studi, fakultas dan organisasi kemahasiswaan,” pungkasnya.

Related posts

Materi LGBTQ Masuk PKKMB IKIP PGRI Kaltim, Mahasiswa Harus Memahami Isunya

Rizki

IKIP PGRI Kaltim Padukan Upacara HUT ke-81 RI dengan Pembukaan PKKMB

Rizki

81 Tahun Indonesia Merdeka: Sudahkah Pendidikan Kita Melahirkan Generasi yang Merdeka Berpikir?

Rizki