Samarinda, Infosatu.co – Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi membentuk kepengurusan daerah.
Organisasi ini membawa misi memperkuat manajemen pendidikan sekaligus menjadi ruang bagi sarjana dan praktisi untuk bertukar gagasan menghadapi berbagai perubahan di sektor pendidikan.

Pengurus ISMAPI Kaltim dilantik Ketua ISMAPI Pusat Ibrahim Bafadal dalam kegiatan yang dirangkai dengan webinar nasional bertema Transformasi Kepemimpinan yang Menginspirasi Perubahan di Auditorium SD Negeri 028 Sungai Kunjang, Jalan Jakarta, Loa Bakung, Samarinda, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ketua Harian ISMAPI Kaltim Abdul Rozak Fahrudin mengatakan organisasi tersebut akan menjadi wadah bagi sarjana, ahli dan praktisi yang bergerak di bidang manajemen serta administrasi pendidikan.
Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar. Tata kelola lembaga, pengelolaan sumber daya, kemampuan beradaptasi, hingga kerja sama dengan berbagai pihak turut menentukan kualitas pendidikan.
Karena itu, ISMAPI Kaltim ingin mendorong anggotanya untuk tidak sekadar berkutat pada teori, tetapi ikut melahirkan gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan pendidikan di daerah.
“Kami siap mewadahi para sarjana, ahli dan praktisi di bidang manajemen serta administrasi pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Abdul Rozak.
Ia mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat membuat pengelolaan pendidikan harus terus menyesuaikan diri.
Kondisi tersebut membutuhkan ruang kolaborasi agar pengalaman praktisi dan pemikiran akademisi dapat saling melengkapi.
“Harapannya, dari organisasi ini muncul ide dan gagasan baru yang lebih adaptif dan efisien sehingga bisa menjawab tantangan zaman, khususnya dalam manajemen dan administrasi pendidikan di Kaltim,” katanya.
Sementara itu, Ibrahim Bafadal dalam webinar tersebut menyoroti persoalan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam mendorong perubahan. Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu membaca perkembangan dan memiliki landasan moral.
Ia juga menilai kedekatan dengan Tuhan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin.
“Untuk mendapatkan cahaya hati kepemimpinan, seseorang perlu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membangun kapabilitas yang visioner, adaptif, dan bermoral dalam menerapkan transformasi kepemimpinan,” ujar Ibrahim.
Webinar kemudian dilanjutkan dengan materi dari Azainil mengenai Pemimpin yang Berintegritas dan Berwawasan. Sementara Agusriansyah Riduan membawakan materi Menginspirasi dan Memberdayakan Orang Lain untuk Menciptakan Perubahan Berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi ISMAPI Kaltim untuk menjalankan peran organisasi di daerah.
Ke depan, Abdul Rozak ingin keberadaan organisasi tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi turut mengambil bagian dalam pembahasan dan pengembangan manajemen pendidikan.
“Karya dan pemikiran kita jangan berhenti di organisasi. Harus ada manfaatnya untuk pendidikan dan masyarakat di Kaltim,” pungkas Abdul Rozak.
