infosatu.co
OLAHRAGA

Anak Muda Lebih Sibuk dengan Gawai, Regenerasi Atlet Kaltim Terancam

Teks: Plt Dispora Kaltim, Rasman Rading. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Rendahnya aktivitas fisik masyarakat dinilai mulai berdampak pada pembinaan olahraga di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menilai kondisi tersebut berpotensi mempersempit lahirnya atlet-atlet baru karena budaya berolahraga di masyarakat belum terbentuk secara kuat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan data kebugaran masyarakat menunjukkan tingkat kebugaran warga masih berada pada kategori rendah.

Salah satu penyebabnya ialah menurunnya aktivitas fisik, terutama di kalangan anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gawai.

“Sekarang banyak olahraga tangan. Anak-anak lebih banyak scrolling daripada bergerak. Ini tantangan terbesar kita,” ujar Rasman beberapa waktu lalu.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Organisasi olahraga masyarakat juga memiliki peran penting untuk mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga melalui kegiatan yang rutin dan mudah diakses.

Rasman menilai masih banyak organisasi olahraga yang hanya aktif secara administratif, tetapi belum mampu menghadirkan aktivitas yang benar-benar menggerakkan masyarakat.

“Kalau hanya sekadar organisasi, untuk apa? Yang dibutuhkan organisasi yang benar-benar hidup di lapangan,” katanya.

Ia juga menyoroti pola regenerasi kepengurusan organisasi olahraga yang dinilai belum berkembang. Pergantian pengurus, kata dia, kerap hanya melibatkan orang-orang yang sama tanpa memperluas partisipasi anggota baru.

“Jangan sampai orangnya itu-itu saja. Hari ini sekretaris, besok ketua, lalu bendahara. Siklusnya hanya itu-itu saja,” ujarnya.

Rasman menegaskan pembinaan olahraga prestasi tidak dapat dipisahkan dari olahraga masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang aktif bergerak, semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit atlet yang dapat dibina ke jenjang prestasi.

“Kalau olahraga masyarakat tidak tumbuh, pembinaan olahraga prestasi juga akan sulit berkembang. Dari masyarakat yang aktif itulah nantinya lahir atlet-atlet berprestasi,” pungkasnya.

Related posts

Kaltim Berpeluang Gantikan Palu Tuan Rumah Fornas 2027, IKN Disiapkan Jadi Venue Utama

Rizki

KORMI Gencarkan Lima Program Nasional Perluas Partisipasi Olahraga Masyarakat

Rizki

Borong 18 Medali, Kaltim Raih Runner-up Kejurnas Junior Angkat Besi 2026

Rizki