Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 1.536 pemain dari berbagai daerah di Indonesia bersaing dalam Samarinda Domino Turnamen Series 4 Road to Liga Pro untuk memperebutkan total hadiah Rp200 juta sekaligus peluang melangkah ke Series 8 di Jakarta.
Ribuan pemain tersebut terbagi dalam 768 pasangan dan mulai bertanding di Gor Segiri Samarinda, Sabtu, 12 September 2026. Turnamen berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026.
Selain hadiah, para peserta juga memperebutkan Piala Wali Kota Cup Samarinda 2026. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian kompetisi domino menuju Liga Pro yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi).
Pemain yang tampil di Samarinda memiliki peluang mendapatkan undangan untuk mengikuti Series 8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta. Dengan demikian, persaingan di Gor Segiri tidak hanya menentukan perebutan gelar dan hadiah, tetapi juga menjadi kesempatan melanjutkan langkah ke kompetisi berikutnya.
Peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia. Sebaran tersebut mencakup Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, berbagai provinsi di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua.
Ketua Umum PB Pordi Andi Jamaro Dulung menilai Samarinda memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga domino. Dukungan pemerintah daerah, ketersediaan infrastruktur dan penerimaan masyarakat dinilai menjadi modal bagi perkembangan Pordi di Samarinda.
“Samarinda memiliki segalanya untuk perkembangan Pordi. Pemdanya welcome, semua infrastruktur yang ada di sini cukup. Kemudian sikap masyarakatnya menerima permainan domino dengan baik,” katanya kepada awak media di sela kegiatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengembangan Pordi di Samarinda memiliki peluang besar.
“Tidak akan ada kesulitan mengembangkan Pordi di Samarinda karena memang seluruh stakeholder yang ada di sini itu siap,” ujarnya.
Di sisi lain, Pordi masih menghadapi stigma di masyarakat yang mengaitkan domino dengan perjudian. Ketua Umum PB Pordi mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya Pordi.
Ia menegaskan pertandingan yang berada di bawah Pordi tidak boleh disertai praktik perjudian maupun aktivitas lain seperti narkoba, minuman keras dan merokok.
“Pordi tidak boleh ada permainan judi, tidak boleh ada narkoba, tidak boleh ada miras, tidak boleh merokok dalam pertandingan,” tegasnya.
Pordi juga menerapkan jeda pertandingan ketika memasuki waktu salat. Peserta diminta menghentikan pertandingan untuk melaksanakan salat berjemaah.
“Bahkan kita tegaskan setiap waktu salat itu harus break lalu melaksanakan salat berjemaah,” katanya.
Ia berharap penerapan aturan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap domino dan membuat olahraga tersebut semakin diterima.
“Seluruh elemen masyarakat terutama para ulama akan menerima domino sebagai permainan yang halal,” pungkasnya.
